• News

  • Peristiwa

Pengamat: Rakyat Bukan Minta New Normal tapi New Presiden, Netizen: 3 Kali Putaran Lagi

Pengamat Politik Muslim Arbi
foto: istimewa
Pengamat Politik Muslim Arbi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin segera menerapkan tatanan norma baru atau new normal saat pandemi covid-19 berlangsung. Namun, apa yang direncanakan Jokowi itu disindir oleh Pengamat Politik Muslim Arbi.

Menurutnya, rakyat saat ini tak meninginkan penerapan new normal. Kata dia yang diinginkan oleh rakyat saat ini adalah new presiden atau presiden baru.

Pernyataan Muslim Arbi  ternyata mengundang ragam pendapat di medsos. Akun Facebook @Suparti Tambuwun, Jumat (29/5/2020) membagikan tautan dan berkomentar: RAKYAT YG MANA PAK .......

@Chairul Sutrisno Sama'a: Pengamat abal2, gak pernah diliat, tiba2 muncul, mencari popularitas murahan.,mau cari panggung., Tapi keburu panggungnya ambruk.

@Deetje Kansil: Ngak mau new Presiden , 3 kali putaran lg

@Maristella Mary Djogo: Rakyat Kadrun

Sebelumnya diberitakan, Pengamat Politik Muslim Arbi mengatakan bahwa rakyat saat ini tak meninginkan penerapan new normal. Kata dia yang diinginkan oleh rakyat saat ini adalah new presiden atau presiden baru.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin segera menerapkan tatanan norma baru atau new normal saat pandemi covid-19 berlangsung. Namun, apa yang direncanakan Jokowi itu disindir oleh Pengamat Politik Muslim Arbi.

Menurutnya, rakyat saat ini tak meninginkan penerapan new normal. Kata dia yang diinginkan oleh rakyat saat ini adalah new presiden atau presiden baru.

"Kalau saya perhatikan kebijakan new normal justru rakyat ingin new presiden dan new goverment," katanya melalui pesan tertulis kepada law-justice.co, Kamis (28/5/2020).

Muslim yang juga sebagai Direktur gerakan perubahan ini menjelaskan bawha kebijakan baru pemerintah tersebut bukan menjadi jalan keluar demi mencegah penyebaran virus corona. Sebab, kata dia hal itu malah akan meningkatkan kasus covid-19.

"Nampaknya pemerintah Jokowi akan menerapkan herd immunity di tengah pandemi covid-19," katanya.

Lantas, dia menduga Jokowi ingin mengorbankan rakyat dalam menghadapi pandemi ini melalui kebijaknnya.


"Walaupun kebijakan new normal akan mendongkrak kegiatan ekonomi namun mempunyai dampak terhadap kesehatan masyarakat," kataMuslim.

Meski mendapat kritikan, Presiden Joko Widodo sudah meminta jajarannya untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh rakyat Indoensia tentang new normal ini.

Editor : Taat Ujianto