• News

  • Peristiwa

Ada Gerakan Klandestein Jatuhkan JKW Bulan Oktober, Jullian: Satukan Relawan, Jaga NKRI

Suhendra Hadikuntono
Indonesianews.id
Suhendra Hadikuntono

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono mensinyalir, saat ini ada gerakan bawah tanah atau klandestein untuk menjatuhkan Jokowi. Menurutnya, gerakan itu menggunakan isu Covid-19 hingga komunisme.

Pernyataan Suhendra langsung ramai dibicarakan di jagat medsos. Seorang warganet bernama Jullian Dustin, Sabtu (30/5/2020) membagikan kiriman dan  menyerukan: Satukan semangat Relawan Jokowi untuk menjaga Kedaulatan NKRI dari para Penghianat Bangsa..

@Saepul: Tetap waspada

@Wis B Kabelen: Akan berhadapan dengan rakyat sendiri


Sebelumnya diberitakan Bogortime.com, Suhendra Hadikuntono mensinyalir, saat ini ada gerakan bawah tanah atau klandestein untuk menjatuhkan Jokowi. Menurutnya, gerakan itu menggunakan isu Covid-19 hingga komunisme.

Tokoh yang disegani masyarakat aceh itu memprediksi gerakan tersebut akan berpuncak pada Oktober 2020 atau tepat setahun periode kedua pemerintahan Jokowi. Tokoh perdamaian Thailand Selatan itu mencium gelagat tak sedap dari lawan-lawan politik Jokowi. Bahkan yang semula merupakan kawan seiring, kini tengah menggalang kekuatan untuk menjatuhkan Jokowi.

“Jadi sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawal dan mengamankan beliau. Jangan suka main belakang jika sudah mendukung telan itu manis pahitnya, niscaya bangsa kita akan besar dan disegani bangsa-bangsa lain. Mereka memanfaatkan media dan mahasiswa serta kelompok garis keras untuk mendukung gerakan mereka,” kata Suhendra di Jakarta, Rabu (27/5).

Mereka, kata dia, sedang menunggu di tikungan, di tengah situasi yang tak menentu akibat pandemi Covid-19 yang berujung pada ancaman krisis ekonomi dan sosial. Hingga September nanti, lanjut Suhendra, isu komunisme, radikalisme hingga kebijakan presiden akan terus diembuskan, bersahutan dengan isu Covid-19 dan ancaman krisis ekonomi.

“Ibaratnya, mereka sudah siap dengan bensin di tangan, tinggal menunggu munculnya percikan api,” tegas Suhendra.

Editor : Taat Ujianto