• News

  • Peristiwa

Sekolah Dibuka saat Pandemi Covid-19, HNW: Anak-Anak Jangan Dijadikan Kelinci Percobaan

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW)
PKS
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan berencana membuka sekolah di tengah corona pada pertengahan Juli 2020.

Kegiatan sekolah nanti bakal dilakukan dengan protokol kesehatan di area institusi pemerintah yang sudah ditetapkan pemerintah. Siswa juga diwajibkan menggunakan masker.

Terkait rencana tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan, partainya menyerukan menolak pembukaan sekolah ditengah pandemi Covid-19.

Dalam akun twiternya, Hidayat meminta anak-anak jangan dijadikan kelinci percobaan, dan meminta pemerintah mengikuti saran dari Ikatan Guru Indonesia, KPAI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia.

"Tolak Sekolah Dibuka Pd Saat Covid-19 Belum Mereda, @FPKSDPRRI :Anakanak Jangan Dijadikan Kelinci Percobaan. Pemerintah Harusnya Ikuti Saran lkatan Guru Indonesia, KPAI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pentingkan Keselamatan Anak&MasaDepan Indonesia," kata Hidayat dalam akun @hnurwahid.

Sebagaimana diketahui Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan berdasarkan kepentingan kesehatan dan kesejahteraan anak saat pemerintah menerapkan new normal di bidang pendidikan.

Hal itu disampaikan sehubungan dengan hasil evaluasi data di akhir masa tanggap darurat Covid-19.

Dalam rilis yang ditandatangani Ketua Umum IDAI, Aman B. Pulungan itu, IDAI sebelumnya telah melaksanakan upaya deteksi kasus pada anak secara mandiri dan mendapatkan data bahwa hingga tanggal 18 Mei 2020 diketahui jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3.324 anak, 129 anak berstatus PDP meninggal, 584 anak terkonfirmasi positif Covid-19, dan 14 anak meninggal akibat Covid-19.

Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tinggi. Selain itu membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli