• News

  • Peristiwa

Polisi US Injak-Injak Pendemo, Denny Puji POLRI: ‘Mereka Harus Belajar ke Sini‘

Denny Siregar
foto: istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Protes atas kematian George Floyd semakin memanas. Warga Amerika tak terima atas aksi yang dilakukan polisi Minneapolis, Minnesota. Sejumlah aksi demo terus dilakukan untuk meminta keadilan atas kematian George Floyd.

Di New York City, ratusan demonstran berkumpul di Pulau Staten pada Sabtu, (30/5/2020).

Terhadap berita tersebut, pegiat media sosial Denny Siregar membuat catatan khusus menyoroti bagaimana perilaku polisi Amerika Serikat. Dalam akun Facebooknya, Senin (1/6/2020), ia menyebut polisi Amerika memperlakukan warga sangat keras saat penuh amarah.

Berikut catatan lengkap Denny:

DEAR, POLISIKU...

Selamat malam, polisiku tercinta..

Malam ini saya menonton demonstrasi besar di Amerika. Dan saya melihat betapa keras polisi disana memperlakukan warganya.

Ada warga yang dibanting, ada yang diinjak sampai dikeroyok segala. Warga Amerika yang katanya demokratis dan humanis itu, ternyata baru merasakan bagaimana seandainya mereka berada dalam situasi penuh amarah.

Dan saya membandingkan mereka dengan kalian, wahai polisiku, saat kalian menahan demonstrasi rusuh di bulan Mei tahun lalu, begitu profesional, sabar dan mampu menahan tangan dan emosi kalian.

Bahkan kalian rela menjadi korban pelemparan, hantaman, juga cacian, supaya kerusuhan tidak meluas kemana-mana. Entah, apakah saya bisa sesabar kalian ketika berada pada posisi yang sama. Tapi kalian bisa dan membuktikannya.

Baru saya melihat, betapa jauh dewasanya aparat kami ketika ada pembandingnya. Padahal negara mereka katanya superpower dan sangat maju dibandingkan kita. Tapi ternyata ketika ada masalah, kelas kita jauh diatas mereka..

Mungkin merekalah yang harus belajar kesini..

Terimakasih aparatku. Karena profesionalitas kalian lah, negara kita masih aman seperti ini. Apa yang kalian lakukan di jalanan waktu itu, mengundang simpati dan penghargaan tinggi dari kami. Kami hormat kepadamu..

Semoga di masa-masa mendatang, meski jalan semakin terjal dan situasi semakin keras, kalian tetap menjaga harkat kesatuan. Demi negara ini. Demi kesatuan.

Salam secangkir kopi untuk kalian.

Dan hormatku untuk baktimu..

Denny Siregar

Sebelumnya dilansir Kompas.tv, protes atas kematian George Floyd semakin memanas. Warga Amerika tak terima atas aksi yang dilakukan polisi Minneapolis, Minnesota. Di New York City, ratusan demonstran berkumpul di Pulau Staten.

Protes tersebut dilakukan di tempat Erick Garner, seorang pria kulit hitam yang juga tewas dibunuh oleh polisi pada tahun 2014.

Selain di New York, massa pun juga melakukan protes di Tallahasse, Florida, Amerika Serikat. Sambil membawa spanduk bertuliskan “Black Lives Matters”, warga melakukan aksinya.

Sebelumnya, pada 29 Mei 2020, aksi serupa juga berlangsung di depan gedung CNN Atlanta, Amerika Serikat. Warga melakukan protes terhadap polisi dan melakukan vandalisme.

Mobil polisi pun juga turut dibakar saat demo berlangsung. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus rasisme di Amerika Serikat.

George Floyd, pria kulit hitam ini tewas saat dilumpuhkan oleh polisi berkulit putih, Derek Chauvin.  Ia diduga melakukan transaksi dengan menggunakan uang palsu senilai 20 dollar.

Editor : Taat Ujianto