• News

  • Peristiwa

Palu Arit Berkibar di UNHAS, 11 Orang Diperiksa, Netizen: Yang Dipake Dhani, Tangkap!

Bendera merah putuh berlogo PKI
foto: istimewa
Bendera merah putuh berlogo PKI

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan telah memeriksa 11 orang sebagai saksi dalam penyelidikan temuan Bendera Merah Putih berlogo palu arit di Universitas Hasanuddin (Unhas). Sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Komisaris Agus Heru membeberkan mereka yang diperiksa antara lain 3 orang pihak keamanan kampus, wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan 6 orang pengurus BEM FISIP.

Berita tersebut langsung viral di jagat medsos. Akun Facebook @Suparti Tambuwun, Senin (1/6/2020) membagikan tautan dan berkomentar:

USUT TUNTAS TANGKAP DALANGNYA

Bendera merah putih berlogo palu arit dikibarkan di kampus Universitas Hasanudin, Makasar
Polisi sudah periksa 11 orang saksi

@Aris Munandar: Matiinn yg nyetakk yg ngedarin pasti itu pki

@Ross Dalima Gawas: Kampung halaman si mantan wakil

@Wayan Lastra: Tangkap DIA PAK POL/ TNI BRAVO LANJUT

@Yudha Prasetya: Itu jg yg dipake dhani..tangkap


Sebelumnya dilansir Cnnindonesia.com, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Komisaris Agus Heru mengatakan pada Selasa (2/6) nanti akan dilakukan pemeriksaan kembali untuk mengklarifikasi hasil pemeriksaan sejauh ini.

"Kami menunggu hasil klarifikasi saksi yang akan diperiksa hari Selasa (2/6)," kata Agus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (31/5).

Agus enggan membeberkan saksi yang akan diperiksa untuk dimintai klarifikasinya pada Selasa pekan depan. Dia hanya memastikan bahwa saksi tersebut berasal dari pihak internal kampus.

"Pastinya dari pihak kampus, sampai saat ini tidak ada pihak luar yang diperiksa," kata dia.

Agus belum mau membeberkan lebih rinci perkembangan kasus tersebut. Dia hanya mengatakan sejauh ini kepolisian masih terus menyelidiki dan menggali informasi sebanyak mungkin.

"Kasus masih lidik," jelasnya.

Hingga saat ini, Agus belum memberikan informasi terkait barang bukti yang menunjukkan ada tindak pidana dalam kasus tersebut sehingga dapat ditingkatkan menjadi penyidikan. Agus pun belum membeberkan pasal yang akan digunakan untuk menjerat para tersangka apabila ditemukan dugaan tindak pidana dalam peristiwa itu.

Penemuan bendera merah putih berlogo palu arit terjadi pada April lalu di kampus Unhas, tepatnya di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sejak itu, menjadi pembicaraan dan dibawa ke ranah hukum.

Kepolisian memeriksa sejumlah saksi. Salah satunya adalah Wakil Rektor III Kemahasiswaan Arsunan Arsin. Arsunan yang pertama kali memerintahkan agar bendera tersebut diturunkan.

Pihak kampus sejauh ini juga berharap agar kepolisian lekas mengusut kasus pengibaran bendera merah putih berlogo palu arit tersebut.

Editor : Taat Ujianto