• News

  • Peristiwa

Iman Brotoseno Jadi Dirut TVRI, Novel Bamukmin: Umat Islam Lagi-lagi Kecolongan

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
Istimewa
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengomentari penunjukan Iman Brotoseno sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI. Novel menyebut umat Islam lagi-lagi kecolongan dengan ulah penguasa.

"Umat Islam lagi-lagi kecolongan dengan ulah para penguasa dan partai yang tidak pro umat Islam dan moral bangsa," kata Novel kepada netralnews.com, Minggu (31/5/2020).

Novel mengatakan, saat ini bangsa Indonesia tengah dilanda berbagai persoalan, seperti adanya wabah virus corona (Covid-19), kenaikan iuran BPJS kesehatan, hingga polemik soal rencana pemerintah menerapkan new normal.

"Tentunya kondisi ini sangat memprihatinkan nasib bangsa di saat menghadapi berbagai macam persoalan berat, diantaranya pandemi Covid-19 yang tidak ada kejelasan kapan berakhir, malah mau new normal, padahal dikhawatirkan justru kita menghadapi gelombang kedua," ujarnya.

"Serta terpuruknya ekonomi ditambah kenaikan harga BPJS, listrik serta BBM yang tidak turun padahal harga minyak dunia mengalami penurunan," sambung Novel.

Di tengah berbagai persoalan itu, menurut Novel, masyarakat membutuhkan tayangan televisi yang baik. Namun, lanjutnya, hal tersebut sepertinya akan sulit didapat lantaran yang memimpin TVRI adalah Iman Brotoseno yang memiliki rekam jejak kurang baik.

Pasalnya, Iman pernah bekerja sebagai kontributor di majalah dewasa Playboy Indonesia dan twit-twit lamanya soal video porno alias bokep. Hal itulah yang dimaksud Novel umat Islam kecolongan karena Iman diduga mendukung pornografi.

"Di saat itu semua (persoalan bangsa), sehingga untuk kita mendapatkan sajian tayangan televisi yang baik saja menjadi sulit. Karena bagaimana mungkin orang yang sangat cacat moral atau boleh dikatakan mengidap penyakit masyarakat yaitu pelaku yang diduga menyebarkan atau pendukung pornografi dan pornoaksi," jelas tokoh Front Pembela Islam itu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli