• News

  • Peristiwa

Sendirian 3 Bulan di Hotel Mewah 26 Lantai Karena Corona, Hal-hal Aneh Dijumpai Pria Ini 

Hotel W Barcelona
Istimewa
Hotel W Barcelona

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang pria bernama Daniel Ordóñez (37) telah menjadi satu-satunya orang yang tinggal di hotel mewah berbintang lima, W Barcelona selama tiga bulan. Orang yang berprofesi sebagai Direktur Engineer ini awalnya mengira hanya tertahan beberapa minggu di hotel. 

Diketahui, pria itu berasal dari Madrid tetapi pindah ke Barcelona dua tahun lalu untuk memulai pekerjaan baru di hotel. Dia tinggal sendirian di Vallirana, sebuah desa kecil di pinggiran kota Spanyol.

Tetapi ketika dia meninggalkan rumahnya untuk pindah ke tempat yang disebutnya "hotel paling ikonik di kota itu," dia tidak tahu bahwa dia akan tetap berada di sana tiga bulan kemudian. 

"Saya pikir itu hanya beberapa minggu, jadi saya hanya membawa buku. Saya punya banyak pekerjaan di gedung 26 lantai, setinggi 99 meter ini," kata Ordóñez kepada Insider, dilansir pada Selasa (16/6/2020).

Hotel ini menawarkan kemewahan terbaik dan dirancang oleh arsitek terkenal di dunia Ricardo Bofill. W Barcelona dianggap sebagai ikon kota berkat bentuk gedung yang unik dan lokasinya tepat di Pantai Barceloneta. 

Hotel ini memiliki kolam renang tanpa batas, dek berjemur, dan bar atap yang menghadap ke Laut Mediterania, belum lagi studio rekamannya sendiri, gym, dan spa.

Harga menginap untuk satu malam menginap di hotel berkisar dari sekitar 250 euro, atau $ 280 (sekitar Rp 3,9 juta) untuk kamar standar, hingga 13.500 euro, atau $ 15.200 (sekitar Rp 217.000.000) untuk Presidential Suite.

Ordóñez mungkin hanya tinggal di salah satu kamar standar, tapi dia bilang itu "benar-benar hebat". "Saya memiliki pemandangan kota dan laut yang paling indah," kata dia.

Ordóñez tentu tidak menjalani kehidupan sebagai tamu hotel: Tidak ada layanan kamar, penggantian tempat tidur, atau pembersihan harian. Ada juga fakta bahwa insinyur ini memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan tidak ada bantuan untuk melakukannya. 

"Pada hari normal, hal pertama yang saya lakukan adalah memeriksa mesin hotel, air panas sanitasi, air dingin saniter, proteksi kebakaran, dan peralatan pendingin udara dan juga memeriksa bahwa suhu air kolam-renang baik-baik saja," dia berkata. 

Tetapi setiap lima hari, Ordóñez harus melakukan tugas yang agak besar: Memeriksa semua 1.400 PDAM di hotel. 

"Setiap lima hari saya membuka 1.400 keran hotel sebagai bagian dari protokol anti-legionella. Saya biasanya membuka keran lima lantai dan kembali ke kamar pertama untuk menutup keran pertama yang saya buka. Airnya harus mengalir selama lima menit," kata dia.

Dia berusaha mempertahankan hotel dalam kondisi yang baik, sehingga bisa 100% siap untuk menjamu tamu segera setelah hotel nantinya di buka kembali. Dan memang, seperti semua perusahaan perhotelan dan pariwisata, hotel ini akan siap untuk dibuka kembali secepat mungkin.

Ordóñez menciptakan sebuah bentuk hati di sisi hotel sebagai penghargaan kepada petugas kesehatan. Sebelumnya selama tertahan di hotel, ketika dia tidak menguji keran, menikmati pemandangan laut, atau teman-teman panggilan video, Ordóñez menemukan waktu untuk mengirim pesan indah ke kota Barcelona dengan menciptakan bentuk hati yang menyala di sisi jendela hotel.

"Saya pikir akan menyenangkan untuk memberi penghormatan kepada petugas kesehatan, para korban, dan keluarga mereka dengan menyalakan hati raksasa setiap hari," katanya.

Menurutnya, hal yang paling aneh saat di hotel adalah melihat pakaian berputar di mesin cuci hotel besar. "Begitu kesepian," katanya.

Hal aneh lain adalah memasak di dapur restoran besar yang seharusnya menyiapkan makanan untuk semua tamu kami.

"Aku tahu banyak orang akan suka kesempatan untuk memasak di dapur hotel dengan semua peralatan yang diberikan, tetapi memasak bukan salah satu dari gairah hidupku. Aku pada dasarnya memasak untuk bertahan hidup," kata dia.

Dia mengaku, hal pertama yang akan dilakukan ketika kembali ke rumah adalah mengambil sepeda motor dan memulai perjalanan jauh ke Pyrenees atau perjalanan darat di sepanjang pantai Mediterania.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P