• News

  • Peristiwa

Aksi Sujud Risma Disebut Lebay, DS: Begitulah Risma, Sanggup Berbuat Apapun untuk Warganya

Risma sujud di hadapan pada dokter.
Warkot
Risma sujud di hadapan pada dokter.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Walikota Surabaya Tri Rismaharini kembali menarik perhatian netizen lewat aksi sujud dan menangisnya di hadapan dokter. Kejadian itu berlangsung saat audiensi Pemkot Surabaya dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya pada Senin (29/6/2020).

Risma menangis setelah mendengar penjelasan Ketua Pinere RSUD dr Soetomo, dr Sudarsono soal kapasitas rumah sakitnya yang saat ini sudah overload.

Tangisannya pecah karena Risma mengaku frustasi, upayanya untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut tidak direspon dengan baik oleh pihak RS milik Pemprov Jatim tersebut.

Namun tangisan Risma itu ditanggapi beragam oleh netizen. Ada yang berpikir Risma terlalu lebay melakukan hal tersebut.

Menurut pegiat media sosial Denny Siregar, sikap Risma itu bukanlah lebay karena ia akan melakukan apapun untuk warganya.

"Liat bu Risma sampe sujud nangis ke Dokter. Lebay, kata mereka.

Gua ketawa. Ya gitulah emang bu Risma. Dia sanggup berbuat apapun utk warganya.

Sama seperti thn 2010, dia sendirian pasang badan melawan seluruh DPRD Surabaya, menolak tol tengah kota utk warganya. Itulah Risma," tulis Denny di akun Twitternya, Selasa (30/6/2020).

Sebelumnya, menurut Risma, masalah kelebihan kapasitas di RSUD dr Soetomo itu sebelumnya sudah berusaha ditindaklanjuti.

Namun, upaya komunikasi yang coba dilakukan selama ini tidak mendapat respon positif dari pihak RS milik Pemprov Jatim itu.

Bahkan, pemberian bantuan APD dari Pemkot Surabaya untuk RSUD dr. Soetomo sempat ditolak.

"Kalau bapak nyalahkan kami (karena RSUD dr Soetomo penuh), kami enggak terima. Kami tidak bisa masuk ke sana," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Senin.

"Tolonglah, kami jangan disalahkan terus. Apa saya rela warga saya mati? Kita masih ngurus pukul 03.00 pagi orang meninggal yang warga bukan Surabaya, kami masih urus itu," kata Risma.

Mengetahui upaya yang dilakukan untuk penanganan Covid-19 itu tidak dihargai, Risma juga merasa putus asa.

"Saya memang goblok, saya enggak pantas jadi wali kota," kata Risma sembari menangis

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani