• News

  • Peristiwa

Corona di AS Makin Meningkat, Trump Kembali Salahkan China

Presiden Amerika Serikat, Donlad Trump.
ABC
Presiden Amerika Serikat, Donlad Trump.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya semakin marah pada China karena penularan virus corona (Covid-19) yang masih meningkat di dunia.

"Ketika saya menyaksikan pandemi menyebar dengan buruknya ke seluruh dunia, termasuk kerusakan yang luar biasa yang telah terjadi pada AS saya menjadi semakin marah pada China," kata Trump melalui kicauannya di Twitter pada Selasa (30/6/2020).

Trump berulang kali menyalahkan China atas penyebaran virus corona di dunia. Ia bahkan menuding China tidak transparan mengenai asal mula kemunculan virus tersebut.

AS saat ini masih menjadi negara dengan kasus corona dan kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data statistik Worldometer per Rabu (1/7), AS tercatat memiliki 2.727.853 kasus corona dengan 130.122 kematian.

Tren penularan kasus corona di AS terus meningkat meski Negeri Paman Sam telah memasuki era kenormalan baru atau new normal, di mana pemerintah federal dan negara bagian telah mencabut serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan.

Pernyataan Trump itu juga muncul ketika ahli penyakit menular Anthony Fauci mengatakan kepada Kongres bahwa penanganan virus corona di AS "berjalan ke arah yang salah".

Ia juga menuturkan bahwa pemerintah belum bisa mengendalikan penularan virus corona di Negeri Paman Sam.

Dikutip CNN, Fauci bahkan memperingatkan bahwa kasus corona baru bisa bertambah dua kali lipat menjadi 100 ribu per hari jika pihak berwenang gagal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk mengendalikan penularan Covid-19.

 

Editor : Widita Fembrian