• News

  • Peristiwa

Malaysia Cuma Tambah 1 Kasus Covid-19 tapi RI Ada 1.385, Birgaldo: Rakyat Malah Diperas

Birgaldo Sinaga
foto: istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hari Rabu (1/7/2020) Malaysia mencatatkan angka cukup melegakan dalam kasus baru positif Covid-19. Malaysia mencatatkan hanya 1 kasus yang merupakan angka harian terendah sejak gelombang kedua pandemi Covid-19 di negara itu. Sementara Indonesia bertambah 1.385 kasus.

Kondisi itu membuat pegiat media sosial Birgaldo Sinaga, Kamis (2/7/2020) membuat cuitan:

Teman saya dari Malaysia mengatakan kemarin Malaysia mengumumkan bahwa kasus baru Covid 19 hanya 1 kasus baru.

Bagaimana bisa Malaysia menekan laju pertumbuhan wabah Corona ini?

Katanya MCO Movement Control Order mereka lebih tegas dari PSBB Indonesia.

Tentara akan jaga setiap perbatasan provinsi (mereka panggil negeri), kalau bukan tenaga medis, tenaga sektor penting, gak bisa lewat.

Satu mobil isi hanya satu orang dan itupun ditanya kemana? Kalau ke supermarket untuk belanja kebutuhan hari2 dikasih, tapi kalau mau kongkow, kena interogasi macam2.

Masuk ke supermarket dibatasi, dicatat nama, KTP dan no HP. Kalo melanggar aturan harus membayar denda 1000 ringgit Malaysia (Rp 3.5 juta). Tidak ada nego2.

Ketat sekali, sehingga terpantau mana hotspot tiap kelurahan. Jika hotspot satu kelurahan itu merah hitam, mereka lockdown total di kelurahan itu, makanan dibantu tiap harinya.

Dan satu lagi, rapid test murah harganya. Hanya sekitar 100ribu rupiah.

Jauh banget dengan di Indonesia rerata 400 ribu rupiah.

Seorang teman saya importir alat rapid test bilang harga satu alat rapid test itu cuma 40ribu rupiah. Dia jual ke laboratorium dan klinik sekitar 70ribu rupiah.

Yang sialnya biaya jasa rapid test dan selembar dokumen menjadi 6 kali lipat dari harga barang.

Entahlah bagaimana bisa negeri ini keluar dari wabah Corona ini. Bukannya membuat rakyat tertolong. Malah diperas sampai sumsum tulang belakang.


Sebelumnya dilansir Cnbcindonesia.com, Direktur Jendral Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan satu-satunya kasus pada hari Rabu adalah kasus impor, yang berarti tidak ada transmisi lokal pada hari itu.

Pada 26 Februari, Malaysia tidak mencatat kasus baru - yang terakhir kali dihitung adalah yang terendah ini.

Jumlah kumulatif positif Covid-19 di negara ini adalah 8.640 kasus.
Dr Noor Hisham juga mengatakan 21 kasus lagi telah diselesaikan, yang berarti 8.375 pasien telah pulih dari Covid-19 di Malaysia sejak wabah dimulai.

"Ini berarti tingkat pemulihan 96,9% dari total jumlah kasus di negara ini," tulis keterangan yang dilansir media Malaysia, The Star.

Sekarang hanya ada 141 kasus aktif yang masih dirawat di fasilitas kesehatan nasional.

Saat ini, ada empat orang yang dirawat di unit perawatan intensif, dengan dua pasien yang memerlukan dukungan ventilator.

Dr Noor Hisham mengumumkan tidak ada kematian baru, yang berarti jumlah kematian tetap 121 pada hari ke 17 berturut-turut.

Malaysia membuka kembali hampir semua kegiatan ekonomi dan sosial pada Rabu (10/6), setelah negara itu melakukan lockdown hampir tiga bulan akibat virus corona.

Pemerintah Malaysia memutuskan membuka kembali kegiatan setelah berhasil menurunkan angka infeksi Covid-19.

Sementara di Indonesia, hingga Rabu (1/7/2020) pukul 12.00 WIB kasus positif Covid-19 menembus 57.770 orang.

 Jumlah tersebut bertambah 1.385 kasus dibandingkan dengan kemarin.



Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto berdasarkan rekapitulasi data nasional.

 Sementara tambahan kasus meninggal dunia ada 58 sehingga total 2.934.

"Kasus sembuh baru 789 kasus dan total sembuh 25.595," kata Yurianto.


Editor : Taat Ujianto