• News

  • Peristiwa

PA 212 Ungkap Alasan Dukung Anies Lanjutkan Reklamasi, MLT: Disanjung2 ke Langit Tujuh

Gubernur Anies Baswedan
foto: merdeka.com
Gubernur Anies Baswedan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Persatuan Alumni 212 atau PA 212 angkat bicara mengenai tindakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberikan izin perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Proyek reklamasi Ancol ini dinyatakan masih didukung sejauh ini.

Pernyataan sikap PA 212 mengundang sorotan warganet. Akun Facebook @Mak Lambe Turah, Jumat (3/7/2020) membuat cuitan:

Itulah bedanya diriku en dirimu....
kalo diriku, junjungan kliwatan yah diproteslah, kalo perlu dipepet

kalo dirimu, walo junjungan kliwatan teteplah disanjung2 sampai kelangit tujuuuhh
diriku ga bakal ketipyuu sama kata2.....yang sudah diganti PERLUASAN DARATAN

Mau perluasan daratan kek, tetep aja wujudnya itu reklamasi
Trus Mak menolak ??

Yah enggak lah. Kan itu program Ahok BTP
Mak ini orangnya konsisten ga suka menjilat2 kalee wkwkkk

@Franky Putra: kan mereka bergerak sesuai orderan

@Baezbalya Jamaludin: ALASANNYA...AMPLOP SUDAH DITANGAN...HEH...ENGKONG RIDWAN SAIDI MANA YA?

Sebelumnya diberitakan, Sekjen PA 212, Bernard Abdul Jabbar mengatakan, tindakan mereklamasi atau tidak itu merupakan kewenangan dari Anies.

Menurutnya Gubernur yang didukung pada Pilkada 2017 lalu ini memiliki pertimbangan sendiri untuk melakukan proyek ini.

"Itu memang kebijakan pak Anies untuk melaksanakan apa yang memang menjadi kebutuhan mereka," ujar Bernard saat dihubungi suara.com, Jumat (3/7/2020).

Meski mendukung proyek Anies, ia menyatakan menentang reklamasi Teluk Jakarta yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Menurutnya reklamasi Ahok saat itu mendapatkan penolakan hingga ketika Anies menjabat izin reklamasi diminta segera dicabut.

"Kalau itu jelas kita mendukung pak Anies untuk tidak memberikan izin untuk melaksanakan proyek reklamasi yang pada saat itu diizinkan Ahok," jelasnya.Menurutnya yang dikerjakan Anies saat ini juga berbeda dengan Ahok. Menurutnya reklamasi Ancol ini bisa memberikan dampak positif seperti mendorong bisnis pariwisata dan lainnya.

"Kan itu untuk menambah fasilitas untuk rekreasi warga ya khususnya Jakarta. Kalau memang itu menjadi kebijakan. Asal jangan reklamasi yang di Pluit (Teluk Jakarta) itu," katanya dilansir Suara.com.

Sementara sebelumnya, Gubernur Jakarta Anies baswedan menerbitkan Keputusan Gubernur nomor 237 tahun 2020, perluasan wilayah Ancol dan Dufan seluas 155 hektar. Kepgub itu mengizinkan dua tempat yang ternyata merupakan lokasi pulau L dan K untuk direklamasi.

Diketahui, Anies mencabut 11 izin pulau reklamasi yang diberi izin oleh mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pada tahun 2018 lalu dan dua diantaranya adalah pulau K dan L. Dengan penerbitan Kepgub ini, Anies diduga ingin kembali melanjutkan proyek reklamasi Ahok.

Editor : Taat Ujianto