• News

  • Peristiwa

Novel Sebut Rumah Sakit Tanpa Kelas Pertanda PKI, Warganet: Tempat Ibadah Juga Tanpa Kelas

 Novel sebut rumah sakit tanpa Kelas pertanda PKI.
Persahabatan
Novel sebut rumah sakit tanpa Kelas pertanda PKI.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Alumni PA 212 Novel Bakmumin menyebut rumah sakit tanpa kelas pertanda PKI. Berita tersebut langsung mendapat tanggapan dari warganet yang balik mengatakan tempat ibadah juga tanpa kelas.

Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko menanggapi pemberitaan tersebut dengan menulis di akun twitternya, Senin. (6/7/2020), “ Jika negara kalah oleh kebodohan & seluruh bangsa surut di hadapan kebencian mereka, hilangkan saja lambang keberanian pd warna merah bendera kita.”

Kemudian ditanggapi dengan @praetyo_harrii.” Padahal agama Islam kan "masyarakat tanpa kelas", tidak ada sistem kasta/tingkat2nya. coba dibalik pake logika itu

Selanjutnya, akun menulis,”@rit_alwi menulis,” Ampuuuuuuun. Kurang baik apa lagi coba. Beliau gak tau kalau di Padang Mahsyar nanti, masyarakat tanpa kelas itu benar-benar akan terjadi. Terus apakah itu pertanda PKI juga?,”

Lainnya, @DemasBedj0 memosting,” Padang Mahsyar itu emang isinya PKI semua kok.”

Diteruskan dengan @darmawidi99 mengatakan,” Tuhan pasti bermaksud baik ketika menciptakan Novel Bamukmin, minimal membuat kita tertawa sekaligus sebel di sore ini

Sementara, akun memosting,"@ahexetica mencuit,” masuk tempat ibadah juga tanpa kelas...

Sebelumnya seperti diberitakan Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Novel Bamukmin menuding PDIP membawa ajaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Salah satu tandanya, kata dia, politisi PDIP memasyarakatkan program rumah sakit tanpa kelas.

"Itu program komunisme melalui pemahaman Marxisme yang memang sama-sama anti-Tuhan," kata Novel Bamukmin, dilansir tagar.id, Sabtu, 4 Juli 2020.

Mantan Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta ini merujuk pada istilah 'masyarakat tanpa kelas' yang kerap diperbincangkan dalam diskusi pemikiran Karl Marx, penulis Manifesto Komunis. Novel mengatakan, gagasan serupa pernah dikenalkan oleh Ribka Tjiptaning di Jawa Timur.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani