• News

  • Peristiwa

Musisi Cafe Minta Gubernur Anies Buka Izin Live Music saat PSBB Transisi

Persatuan musisi cafe menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta.
Istimewa
Persatuan musisi cafe menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Persatuan musisi cafe menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota untuk mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengizinkan penampilan musik di cafe di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Dalam aksinya, musisi cafe ini menuntut agar live music di cafe-cafe di wilayah DKI Jakarta diperbolehkan di masa PSBB Transisi ini dengan tetap menerapkan prosedur New Normal dan protokol kesehatan.

"Kami mendesak Gubernur DKI Jakarta membuat kebijakan untuk diperbolehkannya live music di wilayah DKI Jakarta dengan prosedur New Normal," kata koordinator aksi Ano Andro.

Menurutnya, pekerjaan musisi cafe terkait live music sangat memungkinkan untuk menjalankan protokol kesehatan. Bahkan kata dia, musisi cafe terkait live music tidak berisiko lebih besar dibandingkan pekerjaan lain.

Ano juga meminta, Anies melalui jajarannya memantau dinas-dinas terkait supaya tidak menghambat atau menghalangi musisi cafe di wilayah DKI Jakarta dalam menjalankan pekerjaan mereka mencari nafkah, bilamana kebijakan itu sudah ditetapkan.

Mereka juga meminta solusi alternatif agar musisi cafe di wilayah DKI Jakarta dapat bekerja lagi di masa PSBB Transisi ini dengan menerapkan prosedur New Normal.

"Musisi cafe bukan selebritis sehingga kebijakan untuk musisi rekaman tidak sesuai dengan kehidupan profesi musisi cafe," ujar dia.

Para musisi cafe memang sudah tidak mendapatkan penghasilan sejak Anies menetapkan PSBB pada April lalu. Berdasarkan aturan selama masa PSBB, semua kegiatan sosial dan budaya, termasuk perkumpulan dan pertemuan hiburan, tak boleh digelar.

Anies kemudian mengizinkan pembukaan sejumlah sektor usaha, termasuk kafe dan restoran, setelah menerapkan PSBB masa transisi pada Juni lalu.

Namun, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakara, Cucu Ahmad Kurnia, menegaskan bahwa live-music di cafe tak diperbolehkan karena dapat memancing orang untuk berkumpul dan berdansa.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P