• News

  • Peristiwa

Data Denny Siregar Bocor, Menkominfo Merespons, Haikal: Lebay John, Gak Usah Baper...

Data Denny Siregar bocor, Menkominfo merespons, Haikal: Lebay John, gak usah baper.
Twitter
Data Denny Siregar bocor, Menkominfo merespons, Haikal: Lebay John, gak usah baper.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penceramah Haikal Hassan mengomentari langkah pegiat media sosial Denny Siregar yang meminta tanggungjawab Telkomsel hingga mengadu ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) atas dugaan kebocoran datanya.

Haikal di akun Twitternya mengunggah artikel dari media online yang menulis pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate bahwa Kemenkominfo telah meminta Telkomsel untuk melakukan investigasi internal mengenai masalah yang dialami Denny Siregar.

Dalam cuitannya, Haikal menilai apa yang dilakukan Denny dan respons dari Menkominfo terlalu berlebihan atau lebay.
"Lebay John...," tulis Haikal di akun Twitternya, dikutip netralnews.com Kamis (9/7/2020).

Alasan Haikal menyebut lebay, karena ia mengaku datanya selalu dibongkar bahkan akun media sosialnya juga diduga dibajak, tapi tidak pernah mengadu kemana-mana.

"Data ane di bongkar mulu.. WA ane kemarin blank.. Lalu muncul lagi..IG ane tau-tau update.. Tanpa ane sentuh..," cuit @haikal_hassan.
Lebih jauh, juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini meminta Denny untuk tidak terbawa perasaan (baper) dalam bermedsos.

"Gak usah baper kalau mau main di medsos. TIDAK ADA DATA YANG RAHASIA," sentil Haikal Hassan.
Sebelumnya, akun twitter @Opposite6891 menyebarkan data pribadi yang diduga milik Denny Siregar. Dalam unggahannya, @Opposite6891 menampilkan data yang terdiri dari nama, alamat, NIK, KK, IMEI, OS, hingga jenis perangkat.

Tindakan @Opposite6891 itu membuat Denny Siregar bereaksi. Ia meminta tanggungjawab Telkomsel terkait dugaan kebocoran data yang dialaminya. Denny juga mengadu ke Kemenkominfo soal masalah tersebut.

"Teman2, dari kasus ini, ternyata kita baru tahu kalau data diri kita sangat rentan disadap. Contoh dr @opposite6891 ini, bgt mudah dia dpt data ttg saya. Sy menuntut jawaban dr @Telkomsel & @kemkominfo. Ini mengerikan. Bisa saja terjadi pd anda dan keluarga anda.," tulis Denny di akun Twitter-nya, Minggu (5/7/2020).

Denny pun memberikan waktu 3X24 jam kepada Telkomsel untuk memberikan 
penjelasan mengenai data pribadinya yang bocor. Ia bahkan mengancam akan menggugat ke pengadilan jika tidak mendapatkan penjelasan dari

"Saya butuh penjelasan @Telkomsel kenapa data saya bocor dalam waktu 3x24 jam.. Kalau tidak ada penjelasan, saya akan gugat ke pengadilan," cuit @Dennysiregar3.

Merespons aduan Denny, Kemenkominfo menyatakan pihaknya telah meminta Telkomsel untuk melakukan investigasi internal dan menelusuri lebih lanjut soal masalah tersebut.

Pernyataan itu dilontarkan Menkominfo Johnny G. Plate kepada CNNIndonesia.comhari ini (7/5) buntut dari kasus yang menimpa penggiat media sosial Denny Siregar yang meminta pihak Telkomsel bertanggung jawab atas dugaan kebocoran data.


"Kementerian Kominfo telah meminta kepada penyelenggara jaringan bergerak seluler terkait, khusunya PT Telkomsel, untuk melakukan investigasi internal dan menelusuri apakah telah terjadi pencurian atau kebocoran data pelanggan telekomunikasi seluler. Diharapkan hasil investigasi ini dapat segera disampaikan," kata Menkominfo Johnny G. Plate, Selasa (7/7/2020).

Johnny mengatakan, saat ini seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler telah memiliki sertifikasi ISO 27001, berdasarkan

Permenkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.
Sesuai dengan ketentuan pasal 17 ayat 3 dan 5 tertulis penyelenggara jaringan bergerak seluler wajib merahasiakan data dan /atau identitas pelanggan serta wajib memiliki sertifikasi paling rendah ISO 27001 untuk keamanan informasi dalam mengelola data pelanggan.

Selain meminta Telkomsel untuk melakukan investigasi lanjutan, Kemenkominfo pun mengimbau kepada masyarakat untuk menyimpan dengan baik data pribadi mereka seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), dan data pribadi lainnya.

"Jangan sampai diketahui pihak lain yang tidak berhak dan menyalahgunakan data pribadi ini dengan tujuan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum," tegas Johnny seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.






Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani