• News

  • Peristiwa

Haikal Akui Transfer Uang ke Penyebar Data Denny, Elit PKPI: Pengakuan Sekaligus Tuduhan

Elit PKPI Teddy Gusnaidi.
Facebook
Elit PKPI Teddy Gusnaidi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi mengomentari cuitan Ustaz Haikal Hassan yang mengaku dirinya pernah mentransfer sejumlah uang ke pemilik akun Twitter @opposite6891, akun yang membocorkan data pribadi Denny Siregar.

Melalui akun Twitternya, Teddy mengunggah tangkapan layar cuitan Haikal yang mengatakan "Untuk kasus adanya transferan ke opposite, saya bantu untuk kebutuhan primer keluarganya di Jakarta. Dan ybs bukan orang yang ada dalam daftar yang dikeluarkan polisi untuk dicari. Kalau ada data itu, mustahil saya mau transfer, karena itu membantu sebuah kejahatan."

Menurut Teddy, apa yang disampaikan Haikal itu bisa dianggap sebagai pengakuan sekaligus tuduhan. "Bos ini bisa dianggap pengakuan sekaligus tuduhan," tulis @TeddyGusnaidi, Minggu (12/7/2020).

Teddy menyebut ada dua alasan mengapa cuitan juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu dinilai sebagai pengakuan dan tuduhan.

"Pertama, anda secara tidak langsung mengakui bahwa anda tahu siapa orang dibalik akun opposite dan orang dibalik akun opposite mengenal anda dengan baik, sehingga dia bisa meminta uang ke anda untuk kebutuhan keluarganya @haikal_hassan," kata @TeddyGusnaidi.

Alasan kedua, menurut Teddy, secara tidak langsung Haikal menuduh Wahyu Budi Laksono sebagai pemilik akun @opposite6891.

"Secara tidak langsung anda dianggap menuduh wahyu adalah opposite. Wahyu bisa mempidanakan anda jika anda tidak bisa membuktikan bahwa wahyu adalah opposite. Sedangkan akun opposite selama ini membantah bahwa wahyu adalah dirinya. Ini masalah baru buat anda.. @haikal_hassan," ujar Teddy.

Karenanya, lanjut Teddy, Haikal harus bisa membuktikan bahwa Wahyu adalah pemilik akun @opposite6891 agar tidak dipidanakan.

"Agar terhindar dari pidana, anda harus bisa membuktikan bahwa wahyu itu adalah opposite dengan memberikan bukti siapa orang yang mengirimkan data ke wahyu, apa isi datanya dan isi data itu harus sesuai dengan tulisan akun opposite di twitter," cuit @TeddyGusnaidi.

"Misalnya anda sendiri sebagai pensuplay data, anda buktikan kiriman data melalui chat atau email ke wahyu, lalu anda kasih bukti bhw data yg anda suplay itu tampil di akun opposite. Sehingga polisi bisa menciduk wahyu. Kalau tidak, maka anda yang terseret sendiri.. @haikal_hassan," sambungnya.

Lebih jauh, Teddy menyarankan supaya Haikal Hassan segera membuktikan hal itu sehingga masalahnya tidak melebar kemana-mana dan menyulitkan diri sendiri.

"Saran saya, anda buktikan segera, jangan melebar karena akan makin menyulitkan anda, dan jangan gunakan alasan akun anda di hack, karena tetap akan terlacak," jelas Teddy.

"Tetap semangat Pak Haikal Hassan," pungkasnya.

Sebelumnya, Haikal Hassan mengaku pernah mentransfer sejumlah uang ke pemilik akun Twitter @opposite6891, akun yang menyebarkan data pribadi Denny Siregar di media sosial. Ia menyebut uang itu diberikan semata-mata untuk kebutuhan primer keluarga pemilik akun @opposite6891.

Hal tersebut disampaikan Haikal setelah
akun @xdigeeembok mengungkapkan soal adanya transfer uang dari Haikal Hassan ke pemilik akun @opposite6891 sebesar Rp5 juta.

“Untuk kasus adanya transferan ke opposite, saya bantu untuk kebutuhan primer keluarganya di Jakarta,” cuit @haikal_hassan.

Haikal menambahkan, saat uang itu ditransfer, pemilik akun @opposite6891 bukan orang yang ada dalam daftar yang dikeluarkan polisi untuk dicari.

"Dan ybs (@opposite6891) bukan orang yang ada dalam daftar yang dikeluarkan polisi untuk dicari. Kalau ada data itu, mustahil saya mau transfer, karena itu membantu sebuah kejahatan. @xdigeeembok," jelas Haikal Hassan.

Seperti diberitakan, akun @xdigeeembok membeberkan adanya transfer uang dari Haikal Hassan ke pemilik akun @opposite6891. Akun @xdigeeembok menyebut nama pemilik akun @opposite6891 adalah Wahyu Budi Laksono alias Irsan A Rauf.

"Ada temuan menarik neh? Apa hubungan Babe @haikal_hassan dgn Wahyu Budi Laksono aka  Irsan A Rauf aka @opposite6891. Mau tau gak neh?
#GrudukOpposite6890," cuit @xdigeeembok, Jumat (9/7/2020).

"Dear Babe @haikal_hassan plis email yang dipakai di HP bapak tolong diganti.
Kalo bisa nomor sama HP bapak diganti sekalian. Coba HP diganti iPhone 11 Pro Max warna hijau. Gara-gara bapak ceroboh ayyy bisa ngintip bapak pernah transfer ke Wahyu Budi Laksono
#GrudukOpposite6890," ungkap @xdigeeembok.

Menurut @xdigeeembok, uang yang ditranfer Haikal ke @opposite6891 alias
Wahyu Budi Laksono sebesar Rp5 juta.

"Beh @haikal_hassan jgn biasain capture pernah transfer Rp 5 Juta ke Wahyu Budi Laksono di Bank **A. Gak usah dicapture trus tanpa sengaja kesimpan ke Google Foto. Nah ayyy jadinya bisa ngintip. Ayyy skill-nya cuma segitu. Gak ada orang dalem di Bank," jelas @xdigeeembok.


Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani