• News

  • Peristiwa

Dikuliti Akun xdigeeembok, Haikal Ngajak Ngopi dan Tabayun

Haikal Hassan lakukan transfer untuk pembobol data Denny Siregar.
Twitter
Haikal Hassan lakukan transfer untuk pembobol data Denny Siregar.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama penceramah Haikal Hassan Baras (Babe Haikal) tengah ramai dibicarakan di media sosial setelah akun Twitter @xdigeeembok membeberkan dugaan keterlibatannya dengan akun @opposite6891 yang membocorkan data pribadi Denny Siregar.

Akun @xdigeeembok dalam cuitannya menyebut Haikal pernah mentransfer uang sebesar Rp5 juta ke Wahyu Budi Laksono, orang yang diduga sebagai pemilik akun @opposite6891.

"Jutaan kali ayyy bilang: @haikal_hassan terlibat dengan Wahyu @opposite6891 ada transfer 5 juta buat si Wahyu," tulis @xdigeeembok, Sabtu (11/7/2020).

"Ayyy berharap @PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) bisa mengecek lebih detail. Biar bacot babe kicep," sambungnya.

Selain mentransfer sejumlah uang, @xdigeeembok mengungkapkan jika Haikal Hassan juga menyarankan pemilik akun @opposite6891 untuk kabur ke Belgia.

"Pas Maret 2019, @haikal_hassan menyarankan Wahyu @opposite6891 kabur ke Belgia. Yaelah transfer 5 juta suruh primata ngumpet di Belgia," cuit @xdigeeembok.

"Pak @CCICPolri bisa dipanggil nih si Babe... Sedot HP-nya pak. Mau dia delete tetep aja bisa disedot," ungkap @xdigeeembok.

Setelah 'dikuliti' @xdigeeembok dan menjadi buah bibir netizen, pada Sabtu (11/7/2020) malam, Haikal Hassan memberikan tanggapan melalui kultwit di akun Twitternya.

Awal cuitannya, Haikal menyebut bahwa ia jarang menanggapi isu miring yang menerpanya di tempat umum atau lewat medsos. Menurutnya, lebih baik persoalan itu diselesaikan dengan bertemu dan ngobrol dalam suasana santai sambil ngopi-ngopi.

"Selamat malam semua... terutama @xdigeeembok yang saya lihat makin ramainya di medsos soal kebocoran data.
Saya jarang-jarang nanggepin di umum, enaknya ketemu dan ngobrol sambil ngopi-ngopi," cuit @haikal_hassan.

Karena itu, setelah namanya disinggung  @xdigeeembok terkait polemik kebocoran data Denny Siregar, Haikal mengaku telah mengirim direct message (DM) ke akun tersebut untuk bertemu, bertabayun dan berdialog secara terbuka.

"Nama saya ada dalam kupasan yang dibuat @xdigeeembok tentang kebocoran data. Dan saya DM ybs karena enaknya tabayun, ngobrol, dialog, terbuka, ketawa-ketawa," katanya.

Alasan ingin tabayun dan menyelesaikan masalah itu dalam suasana yang santai, karena Haikal menganggap semuanya adalah teman.

"Saya menganggap semua temen aja, gak perlu ada musuh. Itu sebabnya saya selalu open, wajah, alamat, hp, kegiatan dll. Siapapun termasuk @xdigeeembok Silahkan datang ke rumah. Klik yayasan haikal hassan di google," ungkap Haikal.

Meski mengaku jarang menanggapi isu demikian di umum, namun pada cuitan lainnya, Haikal menjawab beberapa tudingan yang dilontarkan @xdigeeembok.

Haikal menanggapi cuitan @xdigeeembok yang menyebut dirinya pernah mentransfer sejumlah uang ke Wahyu Budi Laksono, orang yang diduga sebagai pemilik akun @opposite6891, hingga menyarankan pemilik akun itu untuk kabur ke Belgia.

Soal tudingan transfer uang ke Wahyu alia @opposite6891, tidak dibantah oleh Haikal Hassan. Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu mengaku pernah memberikan sejumlah uang untuk kebutuhan primer keluarga pemilik akun @opposite6891.

“Untuk kasus adanya transferan ke opposite, saya bantu untuk kebutuhan primer keluarganya di Jakarta. Dan ybs (@opposite6891) bukan orang yang ada dalam daftar yang dikeluarkan polisi untuk dicari. Kalau ada data itu, mustahil saya mau transfer, karena itu membantu sebuah kejahatan. @xdigeeembok," jelas Haikal.

Sementara mengenai isu pernah menyarankan pemilik akun @opposite6891 untuk kabur ke Belgia, Haikal Hassan tidak memberikan jawaban secara gamblang. Ia justru balik bertanya dan mempersilahkan akun @xdigeeembok untuk menanyakan hal tersebut ke pihak kepolisian.

"Saya menyarankan kabur? @xdigeeembok Silahkan tanyakan ke @CCICPolri. Gak ada yang rahasia bagi negara. Siapa yang cooperatif???  dan berkali-kali saya telah jelaskan langsung ke para petinggi Polri. Bahkan TOP LEVEL," cuit @haikal_hassan.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani