• News

  • Peristiwa

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, FH: Ada Lomba Jadi Pembual? Nis, Malu Ah!

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean
Istimewa
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menertawai alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal pemberian izin reklamasi perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Adapun salah satu alasan Anies memberikan izin reklamasi Ancol karena bertujuan untuk menyelesaikan masalah banjir di Jakarta.

Menurut Ferdinand, alasan itu menunjukkan Anies tidak konsisten antara perkataan dan perbuatan.

Pasalnya, pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, Anies bersama wakilnya Sandiaga Uno berulang kali berjanji akan menolak reklamasi karena dinilai lebih banyak mudarat dibanding manfaat.

"Reklamasi akan menyelesaikan masalah banjir? Hahahaha apakah ada perlombaan jadi pembual di Jakarta? Saya pikir tidak ada ya?" tulis Ferdinand di akun Twitternya, Selasa (14/7/2020).

"Atau Gub Anies sedang membangun kekuatan di atas puing-puing ketidak konsistenan antara ucapan dan perbuatan? Nies.. Nies..! Malu ah..!" sindir @FerdinandHaean3.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, reklamasi Ancol berbeda dengan proyek 17 pulau reklamasi di Teluk Jakarta yang telah dihentikan sebagaimana janji dia dan wakilnya Sandiaga Uno waktu kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

Hal tersebut disampaikan Anies di tengah banjir kritik terhadap keputusannya memberi izin perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol seluas 120 hektare dan Dunia Fantasi (Dufan) sebesar 35 hektare sehingga totalnya 155 hektare.

"Yang terjadi di kawasan Ancol berbeda dengan reklamasi yang sudah kita hentikan seperti janji kita pada masa kampanye dulu," ujar Anies dalam video yang diunggah di kanal YouTube Pemprov DKI, Sabtu (11/7/2020).

Menurut Anies, reklamasi Ancol bertujuan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir, karena tanah untuk reklamasi Ancol berasal dari kerukan lumpur 13 sungai dan lebih dari 30 waduk di Jakarta dan sekitarnya.

"Waduk sungai itu dikeruk. Dikeruk terus menerus dan lumpur hasil kerukkan itu dikemenakan? Lumpur itu kemudian di taruh di kawasan Ancol. Dan proses ini sudah berlangsung cukup panjang bahkan menghasilkan lumpur yang amat banyak, 3,4 juta meter kubik. Lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol. Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir," ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kembali menegaskan bahwa reklamasi Ancol berbeda dengan proyek 17 pulau reklamasi di Teluk Jakarta.

"Ini berbeda dengan proyek reklamasi yang sudah dihentikan itu. Itu bukan proyek untuk melindungi warga Jakarta dari bencana apapun. Di Sana ada pihak swasta berencana membuat kawasan komersial, membutuhkan lahan, lalu membuat daratan membuat reklamasi," ucap Anies.

"Bahkan ada unsur hilangnya hajat hidup para nelayan karena sebagian (pulau atau pantai reklamasi) berhadapan dengan perkampungan nelayan, misalnya di Kamal Muara dan di Muara Angke. Lalu ini juga berhadapan dengan Cengkareng Drain, efeknya mengganggu aliran sungai ke laut lepas. Jadi, bukan membantu mengendalikan banjir, tapi malah berpotensi menghasilkan banjir," ungkap Anies.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli