• News

  • Peristiwa

Bantah Dipecat Sebagai Menteri,Rizal Ramli Sebut Dirinya Selamatkan 40 Triliun Uang Rakyat

Ekonom senior Rizal Ramli
Istimewa
Ekonom senior Rizal Ramli

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom, Rizal Ramli membantah pemecatan atas dirinya saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gusdur.

Dalam cuitannya di twitter, RR sapaan akrap Rizal Ramli mengunggah sebuah video di YouTube dengan durasi 2,22 menit. Video tersebut RR menjelaskan alasan dirinya diberhentikan.

"Yang masih bilang @RamliRizal menteri pecatan, simak video ini! Kali aja kelean siuman!," kata Rizal dalam akun twiternya @RamliRizal.

Dirinya menyatakan, pemberhentian dirinya sebagai menteri karena adanya pengusaha yang merasa takut proyeknya di stop. Tak hanya itu, RR juga menegaskan saat menjabat menteri dalam sehari mampu menyelamatkan 40 Triliun uang rakyat.

"Sederhananya, RR di pecat karena ada pengusaha yang merangkap penguasa yang ketakutan proyeknya distop. Dalam 1 hari, RR mampu menyelamatkan 40 Tuang rakyat!," tulis RR lagi.

Cuitan RR ini menanggapi komentar netizen yang mengomentari soal reshuffle kabinet oleh Presiden Jokowi.

@BagusArdis "Pengalaman pribadi kena resuffle ya om. Habis om ga becus kerja sih. Bisanya cuma ngomong dikepret2."

Diketahui Rizal Ramli telah menjabat sejumlah posisi penting, antara lain Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Meski berada di lingkar dalam pemerintahan, sikap kritis Rizal Ramli yang juga dikenal sebagai mantan tokoh pergerakan mahasiswa, tidak pudar. Ia sering melontarkan kritik pedas (yang diistilahkan kepret) terhadap sesuatu yang dianggapnya tidak berpihak pada kepentingan bangsa dan negara, sehingga ia mendapat julukan baru "Rajawali Ngepret".

Pada 27 Juli 2016, jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman digantikan oleh Luhut B. Panjaitan.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli