• News

  • Peristiwa

Ada Anak-Anak dalam Aksi 212, DS: Pasti Ngeles Lagi Bilang Itu Anak Bukan Demo, Tapi Ngaji

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Massa PA 212 menggelar aksi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung DPR. Mereka tampak membawa spanduk-spanduk, salah satunya berisi tulisan 'Makzulkan Jokowi'. Istana menyatakan tuntutan itu salah sasaran.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun ada diantara para pendemo. Menanggapi hal ini, pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar mengatakan, pihak panitia telah berjanji tak lagi melibatkan anak-anak.

Untuk itu dirinya meminta pihak kepolisian untuk menangkap ketua aksi karena dinilai melanggar Undang-undang Perlindungan anak. Denny juga menyindir, anak-anak yang datang ke aksi bukan berdemo, tapi mengaji.

"Kembali ada anak2 dalam demo hari ini, padahal Ketua demonya sudah berjanji tidak melibatkan anak2. Harusnya @DivHumas_Polri sdh bisa menangkap ketuanya, krn melanggar

UU perlindungan anak. Kalau ngga, ntar mrk ngeles lagi bilang itu anak2 bukan demo, tapi mengaji," kata Denny dalam akun twiternya @Dennysiregar7.

Diketahui Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) akan menggelar unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung DPR/MPR RI, Kamis (16/7/2020) hari ini.

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menegaskan anak-anak tidak ikut dalam aksi ini.

"Sudah diinstruksikan kepada laskar brigadir di lapangan untuk ada area steril sehingga nanti anak-anak tidak akan diperkenankan masuk ke wilayah aksi kita," kata Slamet di gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat Raya No 45, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2020).

Slamet menjelaskan tim pengaman aksi akan berupaya semaksimal mungkin bila ada anak-anak yang ikut dalam unjuk rasa ini untuk dipulangkan. "Kita akan dorong mundur kalau ada anak-anak yang hadir dan tidak pakai masker, insyaallah," lanjutnya.

Dia mengklaim ada 174-176 ormas yang akan ikut dalam aksi ini, dengan estimasi massa sekitar 10 ribu orang. Slamet mengungkapkan protokol kesehatan COVID-19 akan dijalankan agar massa tidak berkerumun atau bisa menjaga jarak.

"Insyaallah kalau kawan-kawan sudah terbiasa. Jangankan 10 ribu, sejuta lebih, kita sudah biasa ngatur (massa agar menerapkan protokol COVID-19) itu. Insyaallah semuanya kondusif," terangnya.

Aksi ini dilakukan karena DPR/MPR belum menanggapi maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas di berbagai wilayah secara serius. Slamet mengatakan semuanya akan terus berjuang sampai RUU HIP ini dicabut.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati