• News

  • Peristiwa

Lansia tapi Sandingkan Ahok-Puput dengan Binatang, Netizen: Harusnya Makin Wise

KS (67) meminta maaf kepada Ahok
Facebook/Mak Lambe Turah
KS (67) meminta maaf kepada Ahok

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Publik kembali dikejutkan dengan pemberitaan seputar sosok Basuki Tjahja Purnama atau biasa disebut Ahok.

Kali ini, terkait gugatannya terhadap dua orang yang diduga telah melakukan penghinaan dan menyebar ujaran kebencian di sosial media. Mirisnya, salah satu penghina itu yang kemudian ditangkap tersebut seorang wanita lanjut usia sekaligus pengagum mantan istri Ahok, Veronica Tan.

Akun FB @Mak Lambe Turah, Jumat (31/7/2020) ikut membagikan tautan berita dan cuitannya banyak ditanggapi warganet.

@Mak Lambe Turah: emangnya kalo nasi sudah menjadi bubur, solusinya lantas gimana???

@Sandy Aurora: Pelajaran utk kita: kebencian itu jangan dipupuk ....klo subur bisa mati akal sehat bahkan krn kebencian bs membunuh.apalagi sdh tua hrsnya makin wise

@Susilo Rahardjo: Lagi seneng senengnya main HP baru..

@Bremana Depari: Walah mbah...mbah...wes tuo...

Mengenai kasus penangkapan terhadap dua orang anggota "Veronica Lovers", berikut fakta-fakta yang ditemukan seperti dilansir Detik.com:

Ahok Lapor Pencemaran Nama Baik

Pelaporan ini awalnya diungkap oleh kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy. Ternyata, dia sudah melapor sejak 17 Mei 2020 lalu. Laporan tersebut terdaftar di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan nomor polisi LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ/Tanggal: 17 Mei 2020.

Dua akun Instagram yang dipolisikan adalah @ito.kurnia dan @an7a_s679. Ditelusuri detikcom, Kamis (30/7/2020), akun @an7a_s679 sudah menghilang. Sedangkan akun @ito.kurnia masih aktif dengan posting-an terakhir dua hari lalu.

Alasan Ahok akhirnya melaporkan akun-akun itu adalah karena posting-an akun tersebut sangat merugikan keluarga. Tak hanya Ahok, sang ibu dan istri juga dihina akun itu.

"Benar memang akun-akun ini sudah sangat keterlaluan sehingga Pak BTP dan keluarga merasa sangat dirugikan," kata Ramzy
Pelaku Ditangkap di Medan dan Bali

Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menangkap dua pelaku di Medan dan Bali. Keduanya adalah EJ pemilik akun Instagram @an7a_s679 dan KS pemilik Instagram, @ito.kurnia.

Dalam jumpa pers, KS ditampilkan sementara EJ masih dalam perjalanan dari Medan. KS merupakan seorang perempuan berusia 67 tahun. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut akun itu pernah menyandingkan foto Puput dengan binatang.

"KS di akun IG-nya beberapa kali mem-posting pencemaran nama baik ke Ahok dan istrinya. Pertama dia menyandingkan foto istri Basuki dan anaknya ini dengan binatang dan disandingkan dengan beberapa kalimat-kalimat yang tidak pantas," kata Yusri dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/7/2020).

"Dan itu sudah masuk ke unsur-unsur pencemaran nama baik," tambahnya.

Penghina Ahok Terancam 4 Tahun Penjara

KS (67) dan EJ (47) dijerat dengan UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara. Meski sudah berstatus sebagai tersangka, keduanya kini tidak ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan hal itu akibat ancaman hukuman yang dikenakan kepada dua pelaku tersebut di bawah 5 tahun penjara.

"Proses ini masih berjalan, masih berlanjut. Ancamannya Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 45 UU 11 Tahun 2008 tentang ITE ancaman 4 tahun penjara. Yang bersangkutan karena ancaman di bawah 5 tahun tahun kita tidak lakukan penahanan," kata Yusri

Penggemar Veronica Tan

Polisi mengungkap bahwa KS dan EJ ternyata penggemar Veronica Tan. Mereka tergabung dalam komunitas Veronica Lovers.

Yusri menyebutkan komunitas tersebut berisi oleh orang-orang yang memiliki kekaguman terhadap mantan istri dari Ahok tersebut. Grup itu beranggotakan perempuan dan muncul sejak akhir 2019 lalu.

EJ (47), sambung Yusri, salah satu tersangka yang diamankan juga berperan menjadi ketua dan admin dari komunitas tersebut. Komunitas Veronica Lovers sendiri juga ada di grup whatsapp dan telegram.

"Mereka ini bermain di medsos. EJ ini admin grup komunitas Veronica Lovers itu. Kalau kita lihat Whatsapp itu dan Telegram kita masih dalami. Karena dua akun ini yang dilaporkan pelapor, tetapi kita masih dalami apakah ada akun-akun yang lain lagi," papar Yusri.

Penghina Ahok-Puput Minta Maaf

Salah satu tersangka, yaitu KS, ditampilkan saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (30/7/2020). Dia menyesal dan meminta maaf.

"Saya menyesal setelah saya tahu begini. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Saya harus mencari solusinya dan saya betul-betul minta maaf kepada Bapak BTP," kata KS.

Ditetapkan sebagai tersangka, KS terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. Dengan usia yang tak lagi muda, KS berharap bisa dimediasi dengan Ahok.

"Sekiranya ada jalan untuk mediasi melalui pengacaranya, saya mohon diberikan kesempatan itu. Oleh karena saya sudah tidak sehat lagi pada seumur ini. Jika saya harus menjalankan hukuman seperti itu, saya kira saya tidak akan sanggup bertahan lama karena saya mempunyai penyakit kronis," ungkapnya.

Motif Hina Ahok dan Puput
Berbicara kepada wartawan, KS mengaku khilaf dan selama ini emosional. Dia mengaku punya pengalaman yang sama seperti Vero.

"Memang saya telah melakukan suatu kekhilafan yang didasarkan oleh emosi karena saya merasa bahwa saya adalah sesama wanita yang mungkin juga pernah mengalami hal-hal seperti yang dialami Bu Vero," kata KS

Dia menegaskan ulahnya ini murni karena perasaannya sebagai sesama wanita. KS tidak terafiliasi dengan kubu politik mana pun.

"Kami tidak ada tunggangan dari politik atau golongan-golongan tertentu. Murni hanya berdasarkan nalar dan nurani kaum wanita," ujarnya.

Selain itu, KS juga mengunggah aneka hinaan karena ingin mendapatkan like dan komen di media sosialnya. Ujung-ujungnya, dia jadi ketagihan.

"Mungkin yang saya lakukan itu kegiatan di media sosial itu hanya mendapatkan engagement, yaitu mendapatkan like dan komentar dari follower yang rasanya memiliki kesamaan pemikiran," kata KS

Editor : Taat Ujianto