• News

  • Peristiwa

Rizieq Disebut Sampah dan Pengkhianat Negeri, Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara?

Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman
Istimewa
Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman mengomentari peristiwa perusakan poster bergambar Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab oleh sejumlah massa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR beberapa hari lalu.

Yang menjadi sorotan Habiburokhman dari peristiwa itu adalah soal adanya umpatan yang menyebut Habib Rizieq 'manusia sampah yang mengkhianati negeri.'

Menurut Habiburokhman, pelaku yang menarasikan Habib Rizieq sebagai sampah yang mengkhianati negara

bisa dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) UU No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. 

"Jika benar saat peristiwa perusakan Poster IB Habib Rizieq ada yang menarasikan beliau sebagai sampah yang mengkhianati negara, maka pelakuknya bisa diusut dengan Pasal penyebaran kebohongan (pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1/1946) yang ancaman 10 tahun penjara," tulis Habiburokhman di akun Twitternya, Kamis (30/7/2020).

Sebelumnya, viral di media sosial video yang memperlihatkan sejumlah orang menginjak-injak dan melempari poster bergambar Habib Rizieq Shihab dengan kotoran. Mereka juga berusaha menyobek dan membakar poster tersebut.

Selain merusak poster Habib Rizieq, massa juga membentangkan spanduk bertuliskan "Saatnya Rakyat Melawan Khilafah. Kawal Pancasila dan NKRI".

Dalam video viral itu, tampak pentolan Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Boedi Djarot juga hadir diantara kerumunan massa, bahkan ia juga berorasi di aksi tersebut.

Saat berorasi, Boedi menunjuk poster bergambar Rizieq dan menyebut bahwa Imam Besar FPI itu telah mengkhianati negeri dengan tidak menerima kemenangan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres. Ia pun menyerukan penolakan terhadap kepulangan Rizieq ke Tanah Air.

"Manusia di foto ini adalah sampah, dia tidak berguna lagi. Jadi tidak ada tuntutan bahwa kita mencemarkan nama baik. Karena dia sudah mengkhianati negeri ini, tidak menerima kemenangan Pak Jokowi," ujarnya.

"Jadi silakan saja teman-teman, ini manusia sampah yang tidak boleh ada ada di sini, dan ketika nanti mau pulang kita tolak ramai-ramai," tegas Boedi dalam video itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati