• News

  • Peristiwa

Kaitkan Djoko Tjandra, Kasus Yodi Heboh Lagi, Saran Netizen: Yang Diedit Share di Medsos

Kasus Yodi Prabowo kembali menjadi sorotan di sosial media
Tempo.co
Kasus Yodi Prabowo kembali menjadi sorotan di sosial media

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penemuan jasad Editor Metro TV Yodi Prabowo hingga polisi menyimpulkan diduga bunuh diri terus menerus menjadi sorotan publik. Setelah reda, kini muncul informasi baru dari pihak keluarga bahwa sebelum Yodi menghilang, ia sedang mengedit kasus besar terkait Djoko Tjandra.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai upaya pihak keluarga mengungkap kematian Yodi yang dianggap penuh kejanggalan sementara polisi menyimpulkan sebagai percobaan bunuh diri. Yodi sendiri disebut-sebut sedang depresi.

Bagi keluarganya, kematian Yodi Prabowo awal Juli 2020 kemarin masih menyisakan banyak tanda tanya. Hingga kini, pihak keluarga dan beberapa saksi masih menolak memercayai kesimpulan polisi.

Salah satu yang sangat disangkal oleh pihak keluarga adalah tudingan bahwa Yodi mengalami depresi yang kemudian berbuntut pada niat bunuh diri. Namun ibu Yodi, Turinah, menilai anaknya tidak menunjukkan tanda-tanda depresi atau tengah terpuruk.

Sementara menurut Suwandi, ayah Yodi, sebelum menghilang, anaknya sempat mengedit berita terkait kasus besar tentang korupsi yang dilakukan buronan Djoko Tjandra..

Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan warganet. Akun FB @Mak Lambe Turah, Jumat (31/7/2020) ikut membagikan tautan dan cuitannya banyak ditanggapi warganet.

@Mak Lambe Turah: Penjelasannya masuk akal pak. Tapi pak polisi sudah membuat keputusan. Kyk kita ini mana paham hal2 penyidikan. Yang sabar pak

@Fiqie Ismail: Ungkapin lah beritanya apa pak yg abis di edit. Share di medsos. Kekuatan medsos itu luar biasa.

@Yoedhi Soetjahjo: rada janggal kok bunuh diri dipinggiran tol.....tapi sudahlah kebenaran nanti akan menemukan jalannya sendiri

@Nia Avshalom:Semoga yg membunuh cepet ketangkep

@Misstha:Gk mgkn bunuh diri, apa ini janjian ngasih potongkue atau buah di café gt tp si Alm. Korban suruh beli pisau

@Erna Rosdiana Koroh: Ikhlaslan sudah Pak, P0lisi sdh kerja maksimal

Sebelumnya diberitakan, Salah satu hal yang disangkal oleh pihak keluarga adalah tudingan bahwa Yodi mengalami depresi yang kemudian berbuntut pada niat bunuh diri.

"Main sama adiknya, sampai adiknya minta dibelikan makanan," ujar Turinah dalam acara "Mata Najwa", Rabu (29/7) malam. "Ya ketawa-tawa di hari Selasa siang, nggak ada kelihatan stres."

Mengedit kasus besar

Hal senada juga diungkap Suwandi, ayah Yodi. Dan dari sang ayah pun terungkap bahwa Yodi sedang mengedit empat program sekaligus pada Selasa (7/7) sebelum menghilang dan akhirnya ditemukan tanpa nyawa.

Salah satunya ternyata berkaitan dengan kasus korupsi besar yang belakangan tengah menyita perhatian publik, yakni soal pelarian buronan Djoko Tjandra.

"Saya sempat tanya sama orang Metro (TV) juga 'gimana sih, waktu hari Selasa anak saya kerja apa di sana?'" ujar Suwandi, menirukan pertanyaannya kepada rekan kerja anaknya. Pasalnya menurutnya Yodi berangkat dalam kondisi normal.

"Dan dia kasih tahu bahwa di hari Selasa itu, anak saya itu ngedit program Prime Time News yang jam 6 itu. Terus dia ngedit berita tentang Djoko Tjandra," terang Suwandi. "Terus dia ngedit juga Top News, yang terakhir Metro Sport."

"Mestinya kalau orang depresi, dia tidak fokus untuk kerja," imbuh Suwandi. "Itu ngedit empat program lho, kalau orang depresi mana bisa fokus."

Seperti dilansir Wowkeren.com, Suwandi pun menyoroti pihak kepolisian yang sama sekali tidak menanyakan soal kondisi kesehatan mental maupun tindak-tanduk sang anak sebelum akhirnya menghilang dan ditemukan meninggal.

Polisi, menurut Suwandi, justru lebih fokus pada menanyakan upaya pihak keluarga dalam mencari Yodi.

Editor : Taat Ujianto