• News

  • Peristiwa

Duh, Sarankan Gibran Jadi Ketua RT Dulu, Mardani Ali Sera Malah Banjir Cibiran Begini

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera
IDtoday
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera tegas mengatakan bahwa proses seseorang menjadi pemimpin itu tidak instan, melainkan harus dirintas dari bawah yaitu mulai dengan menjadi Ketua RT, Ketua RW, Karang Taruna, KNPI, dan seterusnya.

Pernyataan Mardani disampaikan dalam kaitan mengkritisi keberadaan Gibran Rakabuming yang menurutnya 'ujug-ujug' mencalonkan sebagai wali kota Solo. Menurutnya, jangan sampai dinasti politik ini menihilkan unsur pengalaman seseorang dalam mengelola urusan publik.

Namun, di sosial media, pernyataan Mardani ditanggapi beragam pendapat. Bahkan tak sedikit netizen yang mencibir pernyataan Mardani.

Warganet bernama Dehanathan Karo Pijar, melalui akun FB-nya ikut membagikan tautan dan cuitannya banyak dikomentari warganet.

@Dehanathan Karo Pijar: Mardani Ali Sera apakah pernah jadi RT?

@Arief Untung Beta: Sekalian jd provokator dl biar dikenal.

@Lara Idin: Bung Ali Sera bpknya Gibran tidak pernah jadi ketua RT tapi bisa 2 x wali kota, 1 x gubernur dan 2 x presiden Bing sera dan kapan bung Ali Sera calonkan diri lagi untuk kepala dusun

@Amrial Bosa: Tua manusia tidak dapat di lihat tuah ternak bisa di lihat

@Nata Kusumah: Maneh tong ngatur batur Ali Sera Urus diri maneh.kader maneh wae loba nu maling sapi.

@Burhanuddin Usman: Ada yg kebakaran jenggot. Maju terus Gibran.... BRAVO

Sebelumnya diberitakan, menanggapi isu dinasti politik yang berkembang saat ini, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera tegas mengatakan, proses menjadi pemimpin itu tidak instan. Melainkan harus dari bawah.

Anggota Komisi II DPR RI ini menyatakan, harus ada regulasi yang jelas guna mencegah berkembangnya politik dinasti dalam demokrasi di tanah air.

Karena menurutnya, sangat bahaya jika proses menjadi pemimpin dilakukan dengan cara instan, seperti praktik politik dinasti.

Ia menilai, seorang pemimpin harus punya perjuangan politik dari bawah sebelum mengampu tongkat kepemimpinan.

Mardani Ali Sera dalam Diskusi Forum Legislasi bertajuk UU Pilkada dan Kekhawatiran Menguatnya Dinasti Politik di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta (27/7) mengungkapkan hal ini.

“Sehingga ada pembelajaran secara mental dan kemampuan dalam mengelola publik,” ujarnya.

Kalau bisa, kata Mardani, merangkak dari bawah seperti lebih dulu menjadi ketua RT, ketua RW, Karang Taruna, KNPI, mulai dari paling bawah.

“Jadi ada pengalaman mengurus publik, jangan ujug-ujug maju sebagai kepala daerah,” imbuhnya.

Anak buah Sohibul Iman ini pun mencontohkan seperti karier politik yang dilakukan Ketua DPR RI Puan Maharani benar-benar memulai dari bawah.

“Saya puji Bu Puan Maharani. Sebelum jadi ketua DPR itu karirnya mulai dari bawah,” tuturnya.

“Sempat mulai dari ketua Bapilu Jateng, kemudian maju sebagai anggota DPR, jadi menteri dan menjadi ketua DPR. Itu dari bawah,” sambungnya.

Ia menilai, pengalaman mengurus publik akan melatih mental seseorang dalam memimpin suatu kelompok.

Karena itu, dia menyatakan, jangan sampai dinasti politik ini menihilkan unsur pengalaman seseorang dalam mengelola urusan publik.

“Sehingga ini memerlukan koreksi terhadap Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang akan datang,” tandasnya

Editor : Taat Ujianto