• News

  • Peristiwa

Pembakaran Poster Rizieq, Dewi Tanjung: Kalau Nyai yang Pegang akan Dipeluk,Cium dan Jilat

Poster HRS dibakar.
PA 212
Poster HRS dibakar.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Dewi Tanjung kembali angkat bicara terkait pembakaran poster bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS). Dia mempertanyakan, bagaimana seharusnya gambar HRS diperlakukan.

“Kalau Nyai (sapaan Dewi Tanjung) jujur ya, kalau fotonya Nyai yang pegang akan Nyai peluk, Nyai cium, Nyai jilat-jilat. Pasti pendukungnya tidak akan marah,” kata Dewi Tanjung, dikutip dari cuplikan video singkat yang dia unggah di akun Twitternya, Minggu (2/8/2020).

Dewi Tanjung klaim, dengan memperlakukan hal seperti itu maka para pendukung HRS akan senang. Tetapi dia mengaku tidak pernah mencium dan menjilat laki-laki karena dirinya bukanlah penjilat. Maka dari itu, bila dia sampai menjilat maka suatu berkah luar biasa.

“Akan Nyai puja-puja, manja-manja, pasti pedukungnya tidak akan marah. Sekali lagi akan Nyai cium, Nyai kecup dan Nyai jilat. Ya, maunya begitu? Pasti nggak akan marah yakinlah,” kata dia. 

Lebih lanjut Dewi Tanjung tegaskan bahwa tindakan pembakaran poster bergambar HRS tidak ada hubungan dengan partainya, PDIP. Bila ada massa aksi memakai baju merah, dia perhatikan ada kejanggalan bilsa diindikasikan dengan PDIP.

“Nyai perhatikan lengan kiri ada tulisan NKRI. Baju merah, tulisan hijau. Itu bukan kader PDI Perjuangan,” tegas dia.

Dia jelaskan baju kader PDIP di bagian dada ada lambang dan bendera. Sehingga tida ada di bagian lengan kiri tulisan NKRI. “Nyai pastikan bukan kader PDI Perjuangan,” sambung dia.

Apabila ada yang membentangkan bendera PDIP di tengah aksi massa, itu karena bendera bisa di beli bahkan di Pasar Senen. Begitu juga baju PDIP, banyak yang menjual.

“Kecuali bendera palu arit, pasti dibikin. Itu (bendera gambar palu arit) nggak ada di Pasar Senen,” kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani