• News

  • Peristiwa

Publik Menanti Djoko Tjandra Dihukum Seumur Hidup, Mahfud MD: Kita Harus Kawal

Mahfud MD
Pinter Politik
Mahfud MD

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Meski buronan kurupsi Djoko Tjandra sudah ditangkap, publik menantikan eksekusi hukuman penjara kepadanya. Hal ini terkait rasa keadilan yang dinantikan rakyat Indonesia dalam menindak tegas pelaku korupsi.

Menanggapi hal ini, secara khusus, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD sempat menyebutkan bahwa Djoko Tjandra semestinya tidak hanya dihukum 2 tahun. Ia bahkan mengajak publik mngawal keputusan pengadilan terhadap Djoko Tjandra.

Tak sedikit warganet merespons pernyataan Mahfud MD benar-benar bisa diwujudkan. Akun FB @Dafa Napitupulu ikut mengunggah pernyataan Mahfud dan cuitannya direspons banyak warganet lain.

@Dafa Napitupulu: Kita harus kawal ini (Mahfud MD)

@Sibolang Tampann: BETUL PAK MAHFUD....!

@Sukara Ketut: Klo cuma dihukum 2th .ending dilepas.ngaoain susah nangkapnya

@Riri Ricky: Kok cuman dua thn.pak mahfud md?..wah enak bangett ya.kllo gtuh aq jg mau deh nyolong duit negara kn cuma dipenjara dua thn,,itung2 ngekoos kos kos an..disel penjara.. Pantesan making banyak aj.yg curi2 duit negara ga kapok2nya,cuma sethn dua thn,,

@Soepono Atmo Soehardjo: Riri Ricky, Baca sekali lagi mas Rirì Rìcky komen pak Mahfud yg diatas. TIDAK HANYA 2 TAHUN!

@Riri Ricky: Soepono Atmo Soehardjo, seumur hidup aj.penjara,kllo perlu tembak mati,,keeenakan dong.kllo cm sebentrann ...

Sebelumnya diberitakan, Mahfud MD menyatakan siapa saja pejabat yang selama ini melindungi terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra juga harus siap dipidanakan.

Hal tersebut dicuitkan Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd, Sabtu, yang awalnya menyoroti soal vonis yang sepantasnya diberikan atas sepak terjang Djoko Tjandra.

"Djoko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara dua tahun. Karena tingkahnya, dia bisa diberi hukuman-hukuman baru yang jauh lebih lama," cuit mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Selain korupsi, Mahfud kemudian menyebutkan tindak pidana yang dilakukan Djoko Tjandra, antara lain penggunaan surat palsu dan penyuapan kepada pejabat yang melindunginya.

"Pejabat-pejabat yang melindunginya pun harus siap dipidanakan. Kita harus kawal ini," pungkas Mahfud dalam cuitannya, seperti dilansir Antara.

Sebagaimana diketahui, Djoko Tjandra, terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali yang telah menghilang dan buron sejak awal 2000-an itu dibekuk saat bersembunyi di Malaysia, Kamis (30/7) malam.

Selama ini, Djoko Tjandra diketahui bebas keluar masuk Indonesia karena diduga mendapatkan keleluasaan dari oknum aparat penegak hukum yang berkonspirasi dengannya.

Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetio, sebagai tersangka atas dugaan keterlibatannya dalam kasus perbantuan pelarian Djoko Tjandra.

Editor : Taat Ujianto