• News

  • Peristiwa

RR Siap Pimpin Perbaikan Ekonomi Indonesia, FH: Jangan Ambil Job Pelawak Pak!

Rizal Ramli saat masih aktif menjadi Menko Maritim di kabinet periode pertama PresidenJpkowi.
Setkab
Rizal Ramli saat masih aktif menjadi Menko Maritim di kabinet periode pertama PresidenJpkowi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Menko Ekuin, Rizal Ramli menyatakan kesanggupannya memimpin Indonesia guna memperbaiki perekonomian yang saat ini diprediksi minus di kisaran 3 sampai 4 persen pada kuartal kedua 2020.

Bahkan RR, demikian sapaan akrab Rizal, memastikan, permasalahan ekonomi akan beres satu tahun jika dirinya diberikan kesempatan.

Pernyataan Rizal ini mendapat tanggapan dari politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Ia mengatakan, pernyataan RR merupakan lawakan paling lucu. Dirinya menyarankan akan Rizal tak mengambil job lawak.

"Ini lawakan paling lucu yang saya baca pagi ini. Jangan ambil job pelawak pak.!!," komen Ferdinand melalui akun twitternya @FerdinandHaean3.

Sebelumnya Rizal Ramli mengatakan ekonomi Indonesia yang diprediksi minus di kisaran 3 sampai 4 persen pada kuartal kedua 2020 bukan suatu hal yang mengkhawatirkan.

Keadaan itu bisa diputarbalikkan jika dipimpin oleh orang yang berkompeten.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Satgas Cakra Buana PDIP dan Laskar Betawi hari ini.

Sosok yang akrab disapa RR ini menyampaikan kesanggupannya untuk memperbaiki perekonomian domestik.

"Mohon maaf, kalau Rizal Ramli yang pimpin gampang nih, mau ekonomi nanti minus 3 persen atau minus 4 persen, kasih waktu saya 1 tahun, beres ini," ujar RR di kantornya di Jalan Tebet Raya Dalam IV, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2020).

Mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini memaparkan langkah-langkah konkret untuk mencapai ekonomi yang tumbuh positif.

"Sederhana ilmunya, pompa yang bawah. yang miskin itu yang bawah, yang enggak bisa ngapa-ngapain. Pasti dia belanja, ekonomi hidup, kalau kita kasih uang, di-bailout yang gede-gede," paparnya.

Jika melihat kebijakan ekonomi pemerintah dalam kurun waktu Januari-Juli tahun ini, RR tidak melihat efek positif untuk masyarakat. Justru yang ada hanyalah penambahan anggaran penanganan virus corona yang tidak jelas peruntukannya.

"Ini kan kalau baca di koran, untuk krisis ini tadinya Rp 600 triliun, seminggu naik Rp 800 triliun, trus naik lagi jadi Rp 1.000 triliun. Kok bisa makin lama makin gede? Kok rakyat 6 bulan ini enggak ngerasain apa-apa?" pungkas Rizal Ramli.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P