• News

  • Peristiwa

TNI AD Ciptakan Ban Tahan Peluru, Denny: Ngeri, Pake Alat Seadanya Aja Bisa Gitu

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS - Pegiat media sosial Denny Siregar mengapresiasi pencapaian TNI Angkatan Darat yang mampu menciptakan ban tanpa angin dan tahan peluru.

Menurut Denny, jika dengan peralatan sederhana saja mereka bisa menciptakan benda tersebut, maka jika disupport dengan peralatan canggih, TNI AD mungkin bisa menciptakan temuan yang lebih luar biasa lagi dan bisa didistribusikan ke berbagai negara secara masal.

"Ngeri gua ma @tni_ad kita. Pake alat seadanya aja bisa menciptakan ban tahan peluru gitu..

Gimana kalau alatnya canggih, di support dan dibiayai full oleh negara dan didistribusikan dgn massif ke banyak negara ??" puji Denny di akun Twitternya, Selasa (4/8/2020).

Sebelumnya, diberitakan bahwa ban tanpa udara yang dirancang Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) telah melalui proses jatuh bangun sampai akhirnya fasilitas pendidikan TNI AD itu menemukan formula produk yang tepat untuk diuji coba pada awal tahun ini.

Poltekad telah merintis ban yang anti peluru dan ranjau paku itu sejak 2017, namun pada masa itu produk sempat gagal karena banyak faktor.

Hal itu diceritakan dalam video pemaparan ban tanpa udara karya siswa Poltekad yang diunggah pada akun Youtube TNI Angkatan Darat (AD).

Dalam narasi disebutkan pada 2017 Poltekad merancang sendiri ban tanpa udara dengan kemampuan serta peralatan seadanya. Semua dibuat manual dengan tingkat akurasi minim.

Uji coba pertama kemudian membuat hasil jauh dari kata berhasil, ban tanpa udara justru pecah ketika uji coba.

"Faktor lain pengerjaannya sederhana, pembuatan pencetakan semua secara manual sehingga tidak presisi dan tebal tipisnya menjadi tidak sama," terdengar dalam narasi tersebut yang dikutip pada Selasa (4/8/2020).

Di video tersebut, Perwira Teknis 2 Poltekad Letda ARM Farid Hendro juga mengatakan ban ini sengaja diteliti dan dikembangkan sendiri atas dasar kebutuhan prajurit TNI.

Farid menilai ban konvensional yang mengandalkan tekanan udara bisa jadi tak efisien jika digunakan kendaraan TNI sebagai alat mobilisasi.

"Pada saat ini mobilisasi prajurit khususnya rata-rata menggunakan kendaraan dan dihadapkan dengan kelemahan ban angin. Itu akan sangat mengganggu mobilitas dari prajurut yang mengawaki," kata Farid.

Atas dasar ide itu lantas tercetus membuat penelitian ban yang anti bocor namun dapat digunakan pada segala jenis medan. Ban tersebut yang kini dikenal ban tanpa udara.

"Sehingga kami punya ide membuat ban yang nanti saat digunakan tidak bisa bocor, pecah, jadi kalau di medan pertempuran juga kalau itu kena tembak musuh masih bisa digunakan," ungkap Farid.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli