• News

  • Peristiwa

Duh, Din Syamsuddin Cs Bentuk KAMI, Birgaldo Malah Deklarasikan ‘Indonesia Tetap Udin‘

Birgaldo Sinaga
Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Birgaldo Sinaga, Selasa (4/8/2020) membuat cuitan bernada menyindir terhadap sosok Din Syamsudiin yang beberapa waktu terakhir mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jakarta pada Minggu (2/8/2020) bersama sejumlah tokoh lain yang sejalan dengan garis politiknya.

Uniknya, Birgaldo secara terpisah malah "mendeklarasikan Indonesia Tetap Udin". Dan lucunya, meski tidak secara langsung menyindir Din Syamsuddin tetapi para follower Birgaldo sadar apa yang sedang dicuitkan Birgaldo. Alhasil, cuitan-cuitan kocak bernada menyindir Din Syamsuddin berseliweran.

Berikut cuitan Birgaldo Sinaga:

INDONESIA TETAP UDIN

Jaya adalah tetangga Udin, tapi mereka tak pernah rukun.
Udin merasa, Jaya adalah saingannya.

Jika Jaya beli sepeda baru, Udin tidak mau kalah.
Dia beli sepeda baru juga.

Menjelang lebaran kemarin, rumah Jaya dicat merah.
Besoknya, Udin mengecat rumahnya dengan warna merah juga.

Dalam rangka merayakan HUT RI ke 75,
Jaya memasang spanduk di depan rumah bertulisan,

*"INDONESIA TETAP JAYA"*

Hati Udin panas. Dia memasang spanduk juga dengan tulisan,

*"INDONESIA TETAP UDIN"*

Tapi Udin ini bukan Din Samsudin yeeee...

(emoticon tertawa)
MERDEKA...!!!

Beberapa tanggapan netizen atas cuitan Birgaldo:

Faber Janes Tbn: Indonesia tetap jaya, bukan Indonesia tetap Udin apalagi Din syamsudin

Sri Lestari: INDONESIA TETAP JAYA dong!!...ngga pakai deh apalagi din...

Stan Masman: Udin sedunia

Sebelumnya, puluhan tokoh dari berbagai elemen yang selama ini kritis terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jakarta pada Minggu (2/8/2020).

Sejumlah tokoh hadir dalam deklarasi KAMI, yakni mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, pakar filsafat Rocky Gerung, ahli hukum tata negara Refly Harun, dan mantan Sekretaris BUMN, Said Didu.

Kemudian ada Abdullah Hehamahua, M.S. Ka'ban, Syahganda Nainggolan, Prof. Anthony Kurniawan, Prof. Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M. Massardi, Moh. Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Prof. Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.

Menurut Din Syamsuddin, KAMI merupakan gerakan moral seluruh elemen
dan komponen bangsa untuk menyelamatkan Indonesia.

“KAMI, pada pemahaman saya adalah sebuah gerakan moral seluruh elemen-elemen dan komponen bangsa lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik kita bersatu, kita bersama-sama sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia,” ujar Din saat deklarasi.

Din mengklaim masih banyak tokoh lain yang mendukung KAMI tapi belum bisa hadir. Di antaranya mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo, Rachmawati Soekarnoputri dan ekonom senior, Rizal Ramli. Ia menyebut, tokoh-tokoh ini bakal hadir dalam acara KAMI selanjutnya.

“Saya yakin ormas-ormas Islam juga bersepakat, belum ada yang mewakili, mungkin saya sebagai ketua Wantim MUI begitu pula ormas atau majelis agama lain semuanya tadi pagi menghubungi,” ujar Din Syamsuddin.

Pada kesempatan yang sama itu, Refly Harun mengatakan, pembentukan KAMI dilakukan lantaran pemerintah dianggap belum dapat memenuhi seluruh hak konstitusional masyarakat, yakni melindungi, mencerdaskan, dan mensejahterakan bangsa.

"Negara abai melaksanakan tugasnya, karena kalau kita sudah terlindungi, kita sudah cerdas, kita sudah sejahtera, maka tidak perlu lagi orang turun ke jalan. Tidak perlu lagi orang buat KAMI lagi dan sebagainya," kata Refly.

"Tetapi karena pemerintah atau penguasa belum mampu atau tidak mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya maka kemudian jangan salahkan kalau komponen masyarakat memenuhi hasrat dan keinginannya sendiri tentu dengan jalan yang konstitusional juga," jelasnya.

Editor : Taat Ujianto