• News

  • Peristiwa

Koruptor Rp100 M Dihukum Penjara Seumur Hidup, DS: Duh Nanggung Amat, Hukum Mati Sekalian

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan Peraturan MA (Perma) Nomor 1 Tahun 2020. Salah satu poin Perma adalah koruptor Rp 100 miliar dihukum penjara seumur hidup. 

Pegiat media sosial Denny Siregar menilai keputusan yang dikeluarkan MA terlalu tanggung. Dirinya pun menyarankan hukuman pelaku korupsi tertinggi adalah hukuman mati.

"Duh, nanggung amat @MahkamahAgung.. Hukum mati sekalian napa ? Biar negara juga gak berat2 amat nanggung biaya penjaranya..," kata Denny dalam akun twiternya @Dennysiregar7.

Diketahui Peraturan MA (Perma) dibuat untuk menghindari disparitas (perbedaan) hukuman yang mencolok bagi satu koruptor dengan koruptor lainnya.

Perma itu ditandatangani oleh Ketua MA Syarifuddin dan diundangkan pada 24 Juli 2020. Perma ini berlaku untuk terdakwa korupsi yang dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor. Prinsipnya, terdakwa merugikan keuangan negara. Perma ini membagi lima kategori:

1. Paling paling berat yaitu kerugian negara lebih dari Rp 100 miliar.

2. Kategori berat yaitu kerugian negara Rp 25 miliar-Rp 100 miliar.

3. Kategori sedang yaitu kerugian negara Rp 1 miliar-Rp 25 miliar.

4. Kategori ringan yaitu kerugian negara Rp 200 juta-Rp 1 miliar.

5. Kategori paling ringan yaitu kurang dari Rp 200 juta.

Selain faktor uang negara yang dicuri, hukuman yang dijatuhkan mempertimbangkan kesalahan, dampak, dan keuntungan bagi si koruptor. Ada tiga jenis kesalahan, yaitu:

1. Kesalahan Tinggi, Dampak Tinggi dan Keuntungan Terdakwa Tinggi

2. Kesalahan sedang, Dampak Sedang dan Keuntungan terdakwa sedang

3. Kesalahan rendah, Dampak rendah dan Keuntungan Terdakwa rendah

Berikut ini simulasi hukuman berdasarkan Perma 1/2020 itu:

1. Penjara Seumur Hidup atau penjara 16 tahun hingga 20 tahun: terdakwa korupsi Rp 100 miliar lebih, kesalahan tinggi, dampak tinggi dan keuntungan terdakwa tinggi.

2. Penjara 13 tahun hingga 16 tahun penjara: terdakwa korupsi Rp 100 miliar lebih, kesalahan sedang dampak sedang dan keuntungan terdakwa sedang.

3. Penjara 10 tahun-13 tahun penjara: terdakwa korupsi Rp miliar lebih, kesalahan ringan, dampak ringan dan keuntungan terdakwa ringan.

4. Penjara 13 tahun hingga 16 tahun penjara: terdakwa korupsi Rp 25 miliar-Rp 100 miliar, kesalahan tinggi, dampak tinggi dan keuntungan terdakwa tinggi.

5. Penjara 10 tahun-13 tahun penjara: terdakwa korupsi Rp 25 miliar-Rp 100 miliar, kesalahan sedang dampak sedang dan keuntungan terdakwa sedang.

6. Penjara 8-10 tahun penjara: terdakwa korupsi Rp 25 miliar-Rp 100 miliar, kesalahan ringan, dampak ringan dan keuntungan terdakwa ringan.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati