• News

  • Peristiwa

Kisruh Toa, Birgaldo: Dia Setujui, Dia pula Ngomel, Jadi Gubernur Tak Berguna Itu Enak ya

Birgaldo Sinaga
Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di awal tahun 2020, sempat viral tentang pembelian enam set toa atau pengeras suara sebagai sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir. Langkah Gubernur Anies Baswedan sempat menuai polemik.

Keenam set toa telah menghabiskan anggaran Rp4 miliar namun sistem sistem peringatan dini seperti itu dinilai sebagai cara kuno.

Setelah delapan bulan berjalan, tiba-tiba Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan baru menyadari bahwa pembelian pengeras suara itu tak efektif.

Pernyataan tersebut tercermin dalam rapat bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ditayangkan akun youtube Pemprov DKI. Kala itu Anies tampak kecewa dengan pembelian tersebut.

"Ini bukan early warning system, ini toa. Kalau EWS itu kejadian air di Katulampa sekian, lalu Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, MRT, Satpol PP, seluruhnya tahu wilayah mana yang punya risiko," ucapnya dalam video yang dilihat TribunJakarta.com Jumat (7/8/2020) itu.

"Jadi, sebelum kejadian kita sudah siap antisipasi," sambungnya.

Anies mengakui bahwa ia baru menyadari hal ini setelah banjir besar mengepung ibu kota pada awal 2020 lalu.Sementara toa tersebut sudah dipasang di sejumlah kelurahan yang rawan banjir.

"Kejadian seakan-akan seperti banjir pertama. Kita menanganinya malah ad hoc. Padahal, tanah itu sudah puluhan tahun kena banjir," ujarnya.

Kepada Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, Anies meminta agar tak lagi memberi pengeras suara atau toa sebagai sistem peringatan dini. Ia juga meminta BPBD untuk membuat sistem peringatan dini baru yang lebih efektif dan efisien.

"Jangan diteruskan belanja (toa) ini. Toa yang sudah terlanjur ada ya sudah dipakai saja. Tapi, tidak usah ditambah, bangun sistem baru, jangan toa seperti ini," kata Anies.

Di sosial media, pernyataan Anies pun ditanggapi banyak warganet, salah satunya pegiat media sosial, Birgaldo Sinaga. Melalui akun FB-nya, Sabtu (8/8/2020), Birgaldo membuat cuitan:

Gubernur AB ini orang aneh. Dia yang beri ide toa. Dia yang rencanakan. Dia yang anggarkan. Dia yang setujui. Dia yang pake.
Dia pula yang ngomel2 bilang toa itu tak berguna.

Memang jadi gubernur tak berguna itu enak ya. Gak berguna tapi dapat gaji dan fasilitas tunjangan milyaran rupiah.
Pertahankan ya @aniesbaswedan

Editor : Taat Ujianto