• News

  • Peristiwa

Samakan Akhyar Cawalkot Medan dengan Anies-Sandi, Tengku Zul Kena Sindir Netizen

Ustadz Tengku Zulkarnain
Istimewa
Ustadz Tengku Zulkarnain

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh oposisi Ustadz Tengku Zulkarnain memberikan dukungan kepada Calon Walikota Medan Akhyar Nasution yang ia sebut tengah diperlakukan kasar oleh lawan politiknya dalam Pilkada di Kota Medan. 

Akhyar yang merupakan Plt Walikota Medan, harus menghadapi kasus Hukum setelah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh seorang warga berinisial SH melalui kuasa hukumnya, Fajri Apriliansyah.

"Ada istilah Medan yg mengatakan "Jangan Main Kayu".

Artinya dlm pertandingan pakai cara "kasar" bahkan wasit turun tangan "main kasar" berpihak kepada salah satu peserta.

Ingat di Pilkada DKI Anies dan Shandy sempat diadukan ke Polisi.

Kini Akhyar Cawalkot Medan alami hal serupa" tulis Tengku Zulkarnain di akun Twitternya, Sabtu (8/8/2020).

"Jika salah satu Peserta "Main Kayu" rakyat penonton malah akan bersimpati pada yg dirasa terzholimi...

Ingat...!

Hati Nurani Tidak Bisa Ditipu..." imbuhnya.

Cuitan Tengku Zul yang menyamakan nasib Akhyar dengan Anies)Sandi di Pilkada DKI  langsung direspon nitizen dengan berbagai komentar. Berikut komentar netizen yang terpantau netralnews.com, Sabtu (8/8/2020).

@yudianta_banu: ustad Suu...

DKI main sara bukan main kayu ..matamu picek.

@ari_was: Ngomong nya udah Pasti menang padahal kepastian itu hanya milik ALLAH

@Ronal_Trimayudi: Apa Tak Malu Dgn Kelakuan Begitu Maksa Kali Ingin jadi Walikota

@muhammad_bent: Inget ngga semua janji mereka trhadap rakyat jakarta?

mungkin itu sebabnya pake kayu lbh pntas

Sebelumnya, kuasa hukum SH, Fajri Apriliansyah mengatakan laporan ini murni kasus pidana, Tak Ada intrik politik.

“Selain miskin prestasi, Plt Wali Kota Medan ini juga sangat arogan dalam menjalankan kewenangannya. Serta telah merugikan banyak pihak, tak terkecuali warga masyarakat yang merupakan klien kami,” ujar Fajri di Jakarta, Kamis (6/8).

Laporan itu teregister dengan Laporan Polisi (LP) Nomor: STTL/270/VIII/2020/BARESKRIM.

“Hal ini murni karena terdapat delik pidana terhadap hak warga masyarakat, yang telah memenangkan perkara dalam upaya Hukum Luar Biasa berupa Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA),” kata Fajri.

Fajri menjelaskan jika Akhyar tidak menjalankan putusan PK MA No 417 PK/PDT/1997 tertanggal 19 Juli 2001.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli