• News

  • Peristiwa

Penularan Covid-19 Makin Tak Terkendali, AS Menjadi yang Terparah di Dunia

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

WASHINGTON, NETRALNEWS.COM - Penularan Covid-19 di negeri Paman Sam semakin tak terkendali. Amerika Serikat (AS) kini mencatatkan rekor kasus virus corona pada Sabtu (8/8/2020), dengan lebih dari lima juta kasus. 

Menurut hitungan Reuters , dengan satu dari 66 warga yang terinfeksi, AS menjadi yang terparah dalam jumlah kasus COVID-19 di dunia. 

Negara Adidaya itu mencatat lebih dari 160.000 kematian, hampir seperempat dari total kematian global.

Masa suram itu muncul ketika Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif, yang bertujuan menyediakan bantuan ekonomi bagi warga Amerika yang berimbas pandemi COVID-19, setelah Gedung Putih gagal mencapai mufakat dengan Kongres.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan walaupun ada harapan besar terhadap vaksin, mungkin tidak akan ada solusi sederhana untuk COVID-19 dan perjalanan menuju hidup normal akan panjang.

Lebih dari 18,14 juta orang di seluruh dunia dilaporkan telah terinfeksi penyakit ini dan 688.080 telah meninggal dunia, berdasarkan penghitungan Reuters.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Kepala Kedaruratan WHO Mike Ryan mendesak semua negara untuk secara ketat menegakkan langkah-langkah kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak sosial, mencuci tangan, dan melakukan pengujian.

"Pesan kepada orang-orang dan pemerintah jelas: 'Lakukan itu semua'," kata Tedros pada pengarahan dari Kantor Pusat WHO di Jenewa.

Ia mengatakan masker wajah harus menjadi simbol solidaritas di seluruh dunia.

"Sejumlah vaksin sekarang dalam uji klinis fase tiga dan kami semua berharap memiliki sejumlah vaksin efektif yang dapat membantu mencegah orang dari infeksi. Namun, saat ini tidak ada solusi sederhana, mungkin tidak akan pernah ada," Tedros menegaskan.

Ryan mengatakan negara-negara dengan tingkat penularan yang tinggi, termasuk Brazil dan India, perlu bersiap untuk pertempuran besar.

"Jalan keluarnya panjang dan membutuhkan komitmen yang berkelanjutan," ujar dia.

Editor : Sesmawati