• News

  • Peristiwa

Jerinx kok Cepat Ditangkap? DS: Ini yang Harus Dipahami Banyak Orang, Bukan Sekadar Protes

Denny Siregar
Istimewa
Denny Siregar

DENPASAR, NETRALNEWS.COM - Di sosial media, kasus Jerinx menjadi sorotan warganet. Berita terbaru dikabarkan bahwa Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali telah menetapkan I Gede Ari Astina alias Jerinx SID sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dan ujaran kebencian.

Pegiat media sosial Denny Siregar, Kamis (13/8/2020) membuat cuitan menanggapi hal tersebut.

Denny merasa tergelitik karea banyak yang bertanya-tanya mengapa hanya beda pendapat saja ditangkap. Lagipula mengapa begitu cepat ditangkap? Jerinx sepertinya malah dapat simpati.

"Jerinx, mungkin juga Anji juga Ahmad Dhani dan banyak musisi lain seharusnya bisa menuangkan keresahannya lewat karya. Bukan cuman teriak2 meresahkan demi konten untuk menaikkan citra diri mereka yang menjelang pudar tergerus jaman," tulis Denny.

Denny pun berpesan: "Contohlah bang Iwan Fals. Dia membungkus kritik kerasnya lewat lirik lagu dan musik yang bagus. Karyanya abadi dan orang suka mendengarnya. Bersuaralah dengan karya, ini yang mungkin dilupakan oleh banyak musisi kita di zaman semua serba instan."

Berikut catatan lengkap Denny Siregar di akun FB-nya:

KENAPA JERINX HARUS DI PENJARA ?

Dijadikannya Jerinx sebagai tersangka bikin kaget banyak orang.

"Kok cepat banget ?" "Beda pendapat aja kok di penjara ?" Begitu status teman2 di timeline saya. Mereka mencoba bersimpati pada Jerinx, meski saya tahu mereka juga belum tentu setuju dgn gaya bahasa Jerinx yang suka kasar dalam menyatakan pendapatnya.

Yang banyak orang tidak tahu adalah bahwa bencana pandemi ini bisa dibilang bencana luar biasa. Cara untuk mengatasinya, juga harus luar biasa. Waktu dan dana dikerahkan habis2an utk menghadapi situasi ini yg sangat berpengaruh pada kesehatan dan ekonomi di suatu negara.

Dan negara masih direpotkan dengan yang namanya "infodemik massif".

Apa itu ? Informasi palsu yang disebar berkaitan dengan Corona. Info palsu atau hoax ini disebarkan dengan tujuan membangun kepanikan di masyarakat sekaligus membangun ketidakpercayaan atas apa yang dilakukan pemerintah.

Karena dampak hoax di masa Corona ini sangat merugikan, maka beberapa negara tegas mengambil tindakan. Selain Indonesia, Hongkong, Vietnam dan India, dibilang sangat agresif dalam menangani hoax di masa Corona ini. Patroli siber disiapkan betul dan sudah banyak orang masuk penjara akibat masalah ini.

Jerinx adalah publik figure. Dia diikuti oleh ribuan orang yang banyak mengidolakannya dan mengikuti apapun katanya. Dan situasi ini bisa berbahaya ketika Jerinx mengampanyekan hal yang negatif, seperti tolak Rapid test, justru ketika pemerintah sedang berperang menanganinya.

Saya yakin, dijadikannya Jerinx sebagai tersangka, bukan semata2 karena dia menyebut IDI sebagai "kacung WHO". Itu adalah puncak dari apa yang dilakukan Jerinx selama ini yaitu "membangun ketidakpercayaan" dengan apa yang dilakukan pemerintah.

Dalam situasi luar biasa seperti pandemi ini, memang dibutuhkan kepercayaan bersama terhadap apa yang dilakukan negara. Tanpa kepercayaan bersama, kita akan sulit mengatasi situasi ini. Itulah kenapa Jerinx mungkin harus dipenjara. Selain sebagai efek jera supaya orang2 tidak mengikuti langkahnya menyebarkan pemahaman negatif.

Jadi ini bukan sekedar "beda pendapat aja kok harus dipenjara..". Bukan.

Tapi negara harus melindungi kepentingan yang lebih besar supaya bisa melewati situasi ini. Dan kebetulan, IDI melaporkan penghinaan atau penyebaran kabar bohong oleh Jerinx bahwa mereka "kacung WHO".

Jika Jerinx tinggal di Vietnam, Singapura, Hongkong, dia tentu akan mengalami nasib yang sama. Apalagi jika dia tinggal di India, wah bisa dirotan habis2an oleh Inspektur Vijay.

Ini yang harus dipahami banyak orang, bukan sekedar protes aja.

Jerinx, mungkin juga Anji juga Ahmad Dhani dan banyak musisi lain seharusnya bisa menuangkan keresahannya lewat karya. Bukan cuman teriak2 meresahkan demi konten untuk menaikkan citra diri mereka yang menjelang pudar tergerus jaman.

Contohlah bang Iwan Fals. Dia membungkus kritik kerasnya lewat lirik lagu dan musik yang bagus. Karyanya abadi dan orang suka mendengarnya.

Bersuaralah dengan karya, ini yang mungkin dilupakan oleh banyak musisi kita di zaman semua serba instan.

Seruput kopinya, kawan..
Denny Siregar

Ditangkap Direskrimsus

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menetapkan I Gede Ari Astina alias Jerinx SID sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dan ujaran kebencian.

"Iya sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah kami periksa hari ini dan dia hadir. Sudah kami tahan juga hari ini di rutan Polda Bali," kata Dirreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho saat dihubungi melalui telepon di Denpasar, Rabu (12/8/2020).

Ia mengatakan dasar penetapan Jerinx sebagai tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup, ada keterangan saksi, ahli, dan kesesuaian antara keterangan semuanya termasuk barang buktinya.

"Bahwa itu terpenuhi unsur delik membuat pencemaran nama baik, penghinaan dan menimbulkan suatu permusuhan kepada IDI, sesuai dengan UU ITE," kata Yuliar.

Dalam perkara ini, pasal yang disangkakan yaitu Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP, sesuai dengan Laporan Polisi No. LP/263/VI/2020/Bali/SPKT, tanggal 16 Juni 2020. Dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Sebelumnya, pada (6/8) penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali telah melakukan pemeriksaan terhadap drummer band SID ini, dengan memberikan 13 pertanyaan.

Dari hasil pemeriksaan Jerinx yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diperoleh tiga catatan mendasar. Pertama, dari hasil keterangan, Jerinx memang yang memuat postingan itu. Kedua, dari postingan itu, Jerinx menggugah IDI selaku organisasi profesional untuk mengambil tindakan atas ketidakadilan terhadap rakyat, "rapid test" sebagai syarat layanan ke RS. Ketiga terkait dengan beberapa postingan yang cukup banyak pada 16 Juni 2020.

Respons Jerinx

Kuasa hukum Jerinx, Wayan Gendo Suardana, kliennya menyatakan siap menjalani proses hukum yang berlaku.

"Sebelum masuk ke sel tahanan, Jrx SID menyampaikan bahwa dirinya siap menjalani proses hukum yang berlaku," ungkap Gendo melalui keterangan tertulis, Rabu (12/8).

Gendo menambahkan, kliennya menyatakan tidak gentar sedikit pun karena selama ini telah memperjuangkan nyawa rakyat yang menjadi korban karena kebijakan kewajiban rapid test sebagai syarat administrasi.

"Kritik saya ini untuk ibu-ibu yang menjadi korban akibat dari kebijakan kewajiban rapid test," kata Gendo mengutip pernyataan Jerinx.

Sebelum masuk tahanan, Jerinx juga menyampaikan doa semoga agar tidak ada lagi ibu-ibu yang menjadi korban kebijakan wajib rapid test sebagai syarat administrasi.

"Saya berdoa, semoga tidak ada lagi ibu-ibu yang menjadi korban akibat kewajiban rapid test," ujarnya dinukil Cnnindonesia.

Editor : Taat Ujianto