• News

  • Peristiwa

Wow, Perkuat Otsus, Ribuan Putra Asli Papua Terus-menerus Direkrut Jadi Anggota TNI

Ratusan anggota bintara TNI dari kalangan putra asli Papua di KodamXVIII/Kasuari
Foto: Antara
Ratusan anggota bintara TNI dari kalangan putra asli Papua di KodamXVIII/Kasuari

MANOKWARI, NETRALNEWS.COM - Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat sedang menggodok program perekrutan sebanyak 3.000 bintara otonomi khusus (otsus) bagi putra-putri asli Papua di daerah tersebut.

Kepala Staf Daerah Militer XVIII/Kasuari Brigjen TNI Ferry Zein di Manokwari, Jumat (14/8/2020), mengatakan bahwa hal itu sedang dikomunikasikan dengan gubernur, bupati, dan wali kota se-Papua Barat. Program tersebut diharapkan dapat dibiayai melalui dana otonomi khusus (Otsus).

"Program itu diharapkan menjadi peluang bagi putra-putri asli Papua untuk berkarir menjadi anggota TNI," kata Kasdam.

Ferry Zein mengatakan Kodam Kasuari masih membutuhkan cukup banyak personel untuk mengisi satuan yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Putra daerah diharapkan bisa mengisi kekurangan tersebut.

Menurut dia, Kodam XVIII/Kasuari ini baru tumbuh, pihaknua sedang mendorong pembentukan empat Kodim baru serta satu Korem di Fakfak untuk mendukung kerja Kodam.

"Papua Barat ini sangat luas, sedangkan saat ini Kodam baru punya satu Korem. Oleh karena itu harus ditambah setidaknya satu Korem lagi. Kami juga akan membentuk Brigade, sehingga butuh banyak personel untuk mengisinya," kata dia.

Ia menjelaskan, pada beberapa tahun terakhir putra-putri asli Papua menjadi prioritas dalam perekrutan anggota baru. Selama ini Kodam memberikan jatah 80 persen bagi putra daerah.

"Sudah banyak putra daerah yang saat ini berdinas di Kodam Kasuari dan jajaran. Ada sebagian juga kami tugaskan di luar daerah, suatu saat akan ditarik ke sini entah sebagai Babinsa atau untuk mengisi kekosongan yang lain," ucapnya.

Zein menambahkan, perekrutan anggota baru akan terus dilakukan setiap tahun untuk mengisi kekurangan personel TNI di Papua Barat. Rencana perekrutan 3.000 bintara otsus diharapkan bisa terlaksana.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Antara