• News

  • Peristiwa

Syekh Ali Jaber Ditusuk, Novel: Diduga Pengalihan Isu Kegagalan Rezim Jokowi

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
Istimewa
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengaku muak dengan kabar yang menyebutkan bahwa pelaku penusukan Syekh Ali Jaber memiliki riwayat gangguan jiwa. 

"Kami sudah muak, orang gila lagi, orang gila lagi," kata Novel kepada netralnews.com, Selasa (15/9/2020). 

Novel berpendapat, insiden penusukan terhadap ulama Syech Ali Jaber merupakan skenario dari neo Partai Komunis Indonesia (PKI). "Sudah ketahuan modus neo PKI," ujarnya. 

Selain itu, Novel menduga, penyerangan  Syekh Ali Jaber merupakan pengalihan isu soal kegagalan rezim Joko Widodo (Jokowi) mengatasi pandemi Covid-19 dan masalah ekonomi. 

Ditambahkannya, kejadian itu juga diduga untuk mengalihkan isu kontroversi sejumlah pernyataan dan program yang digulirkan oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. 

"Diduga untuk mengalihkan isu good looking, hafidz, fitnah radikalisme, dai bersertifikat, serta kegagalan rezim ini dalam mengatasi resesi ekonomi dan Covid-19," ungkap Novel. 

Sebelumnya, ulama Syekh Ali Jaber ditusuk oleh Alpin Andria saat sedang menghadiri acara Wisuda Tahfidz Al Quran di Masjid Falahudin, Lampung, pada Minggu (13/9/2020). 

Alpin Andria kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Mapolresta Bandar Lampung. Pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. 

Polisi mengatakan berdasarkan pengakuan keluarga, pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Namun aparat menyatakan tidak akan mempercayainya begitu saja.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati