• News

  • Peristiwa

Musni Umar Imbau Pengkritik Anies Belajar Hukum, Netizen: Musniii.., Sudahi Dong Gobl**mu

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar
Istimewa
Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar

JAKARTA, NETRALEWS.COM - Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah almarhum Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah dengan menyemayamkan di Balai Kota  mendapat banyak kritikan dari berbagai kalangan.

Hal ini dikarenakan tindakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) itu dianggap salah karena sekda diketahui wafat akibat COVID-19 dan jika mengikuti protokol seharusnya langsung dikuburkan.

Namun disatu sisi Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Musni Umar, malah membela Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Menurut Musni pengkritik orang nomor satu di Jakarta tersebut harus belajar hukum agar tidak ngawur.

Musni menjelaskan bahwa dalam hukum ada diskresi (keputusan pejabat pemerintahan) sehingga seorang pejabat mempunyai hak untuk suatu keputusan.

"Pengeritik Anies, Sekda DKI dibawa ke DKI hrs belajar hukum agar tdk ngawur. Kritikannya kelihatan hebat sehingga viral tapi "dungu." Dlm hukum ada diskresi. Allah punya punya diskresi, Presiden punya diskresi, Gubernur, polisi punya diskresi lalulintas.

Cuitan Musni pun direspon berbagai komentar oleh Netizen. Berikut rangkuman komentarnya seperti yang dikutip Netralnews.com, Sabtu (19/9/2020).

@ArdianZA_: Goblok!!!

Penjilat kalo buta ya begini ini.

Itu mksd nya apa di bawa ke balaikota? 

Cari muka lg? 

Jualan mayat lg?

Udah tau meninggal krn Covid. 

Gimana kalo warga lain? Apa mgkn sama?

Kalo sama nanti nya Balaikota mau jadi terminal persinggahan jenasah?

@yan_ka69: Musniii.....sudahi dong goblokmu, masa begonya gak abis-abis??

@ryanxyz: Betul @aniesbaswedan memiliki diskresi, tp pemimpin  bijak menggunakan diskresi untuk melindungi rakyat nya sedangkan gabener menggunakan diskresi untuk MEMBAHAYAKAN rakyatnya.

Dan hanya orang TOLOL yg tidak mampu membedakan orang bijak dari gabener.

Editor : Nazaruli