• News

  • Peristiwa

Kadrun Ada sejak Zaman Khalifah, DS: Nabi Muhammad SAW Menjuluki ‘Anjing Neraka‘

Denny Siregar
Foto: Istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar, Minggu (20/9/2020) membuat tulisan panjang merespons banyaknya pendapat terkait istilah "kadrun" yang disebut-sebut Basuki Tjahja Purnama beberapa waktu lalu.

Dalam tulisannya yang berjudul "Kadrun Sudah Ada Sejak Zaman Khalifah", Denny mengungkapkan, "Para khawarij ini hidup dari zaman ke zaman, dan - lucunya - di setiap zaman baik zaman kekhalifahan sampai era sekarang, mereka punya model kebodohan yg sama, gampang ditunggangi orang. Kenapa? Karena para khawarij ini suka silau dgn apa yg terlihat oleh mata mereka."

"Lihat org ngajinya bagus dikit, silau dan menganggapnya ulama. Lihat org pake sorban dikit, langsung disembah2. Padahal orang yg mereka anggap ulama dan mereka sembah itu, cuman memanfaatkan kebodohan mereka saja," lanjutnya.

"Bahkan Nabi Muhammad Saw, dalam sebuah hadis menjuluki mereka sebagai "anjing neraka". Kasian anjing, masak disamakan ma kadrun?" tandas Denny

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

KADRUN SUDAH ADA SEJAK ZAMAN KHALIFAH

Kadrun itu sebenarnya istilah kekinian, singkatan dari kadal gurun.
Istilah kadrun sama sekali tidak berkaitan dgn agama, tetapi lebih kepada perilaku yang merusak dgn membawa2 agama. Mereka pembangkang, hidup dalam aturan yg mereka ciptakan sendiri. Sulit sekali menerima perbedaan, cenderung bodoh, bebal dan barbar.

Dulu dimasa awal Islam, atau tepatnya masa kekhalifahan Ali bin abu Thalib, sudah ada kadrun. Tapi dulu mereka dinamakan khawarij.
Dalam sejarah tertulis, para khawarij  itu shalatnya kuat, bacaan Alqurannya hebat, puasanya gak pernah telat, tapi sifat mereka tetap culas, munafik dan pengecut. Mereka merasa bahwa merekalah calon penghuni surga, yang lain semua di neraka.

Khawarij dimasa kekhalifahan Imam Ali pun tidak mau mengikuti aturan sang khalifah. Mereka berhukum, "La hukma Ilallah.." atau hukum itu hanya dari Allah. Tentu "Allah" dalam pengertian mereka adalah "Allah" yg mereka ciptakan dalam pemikiran mereka sendiri, bukan Allah seperti yang diajarkan Nabi.
Yang tidak sama dgn mereka kafir.

Khalifah Ali bin abu Thalib pun mereka hukumi kafir, padahal beliau adalah pemeluk Islam pertama dan orang yg paling dipercaya Nabi Muhammad Saw. Khalifah Ali juga dibunuh oleh mereka saat shalat subuh.

Jejak para kadrun masa kini mirip dgn khawarij masa lalu. Mereka satu DNA, mungkin reinkarnasi dari masa lalu. Dalam banyak riwayat, Imam Ali selalu menggambarkan para khawarij ini sebagai sosok yang bebal dan bodoh.

Bahkan dinasehatkan olehnya untuk diam saja menghadapi para khawarij yang mengajak berdebat, karena akan menurunkan tingkat intelektualitas kita setingkat dgn mereka.

"Jangan menasehati orang bodoh, karena dia akan membencimu.." begitu kata beliau.

Para khawarij ini hidup dari zaman ke zaman, dan - lucunya - di setiap zaman baik zaman kekhalifahan sampai era sekarang, mereka punya model kebodohan yg sama, gampang ditunggangi orang. Kenapa ? Karena para khawarij ini suka silau dgn apa yg terlihat oleh mata mereka.

Lihat org ngajinya bagus dikit, silau dan menganggapnya ulama. Lihat org pake sorban dikit, langsung disembah2. Padahal orang yg mereka anggap ulama dan mereka sembah itu, cuman memanfaatkan kebodohan mereka saja.

Bahkan Nabi Muhammad Saw, dalam sebuah hadis menjuluki mereka sebagai "anjing neraka". Kasian anjing, masak disamakan ma kadrun?

Jadi ketika Ahok tiba-tiba ngomong "kadrun", entah kenapa beberapa orang langsung kepanasan dan menganggapnya rasis. Kenapa pulak mereka tersinggung ? Hanya yg merasa yang tersinggung. Eh, kadrun emang selalu tersinggung

Mungkin benar kata seorang teman, ketika ditanya "Siapa sih kadrun itu ?"

Dia menjawab seenaknya, "Kadrun itu orang yg merasa dirinya dari Arab, tapi tytytnya kecil.."

Kopiku tumpah..
Denny Siregar

Respons terhadap pernyataan Ahok

Sebelumnya diberitakan, Politikus Partai Gerindra Fadli Zon, mengomentari cara berkomunikasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilainya rasis.
"Cara komunikasi seperti ini selain rasis juga memecah belah. Atau mungkin memang sengaja?" tulis Fadli dalam akun Twitternya @fadlizon, Rabu (16/09/2020).

Anggota DPR yang mengaku dirinya sebagai juru bicara rakyat itu melontarkan kalimat tersebut menanggapi pernyataan Ahok.

Sementara Tengku Zul mengatakan Ahok tidak tahu diri. “Ahok sebut kadrun akan demo jika dia jadi Dirut Pertamina. Jika benar dia sebut Kata kadrun sungguh Ahok tidak tahu diri. Ahok, ente diterima tinggal di NKRI saja mestinya sudah syukur. Sadar lah diri.” Tegas Tengku Zul di akun twitternya, Sabtu (19/9).

Tengku Zul menilai, ucapan Ahok tersebut mengandung SARA. Bagi dia, tidak pantas seorang pejabat publik mengeluarkan kalimat yang mendung perpecahan. Dia kemudian menanyakan maksud Ahok menyebut kelompok tertentu sebagai kadrun.

“Enak saja Ahok mengatakan kalau dia diangkat jadi dirut Pertamina, kadrun-kadru mau demo lagi. Mau bikin gaduh lagi Republik ini. Maksud ente kadrun siapa, Hok? Mereka yang membela Al Qur’an yang ente hina kemarin itu? Lagi pula demo itu hak rakyat yang dilindungi UUD 1945 Pasal 28.” Ucap Tengku Zul.

Sementara sebelumnya, Ahok blak-blakan dalam channel YouTube POIN, membuka kebobrokan sistem yang ada di BUMN khususnya Pertamina.

Ahok yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina dengan tegas menolak jika ada yang menyuruhnya jadi Direktur Utama (Dirut) Pertamina.
"Persoalannya kalau saya jadi dirut, ribut. Kadrun-kadrun mau demo, mau bikin gaduh lagi republik ini,” ujar Ahok dalam video itu.

Di channel YouTube POIN, Ahok tidak hanya membuka borok yang ada di BUMN tetapi juga menyarankan agar sebaiknya kementerian BUMN dibubarkan saja.

Sebagai gantinya, Ahok menawarkan untuk membentuk Indonesia Corporation semacam Tamasek.

Editor : Taat Ujianto