• News

  • Peristiwa

Penembakan Pendeta di Papua, Pigai: Bukan Tak Mungkin Umat Kristen Kibarkan Panji Salib

Natalius Pigai, aktivis kemanusiaan dan HAM.
Twitter @nataliuspigai2
Natalius Pigai, aktivis kemanusiaan dan HAM.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kali ini korban mereka adalah seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani.

TNI mengecam tindakan KKB yang menyebar fitnah melalui media sosial dengan menuduhkan pembunuhan terhadap Pendeta Yeremias Zarambanin kepada pihak TNI.

Aktivis kemanusiaan dan HAM, Natalius Pigai meminta TNI mengaku secara gentleman, dan mengklarifikasi berita tersebut.

Jika tidak, menurutnya, bukan tidak mungkin semua kekuatan umat Kristen mengibarkan Panji Salib dan menekan negara-negara kristen untuk embargo militer.

"Kita minta TNI harus mengakui secara gentelment krn bukan tidak mungkin akan kerahkan semua kekuatan Umat Kristen kibarkan panji2 Salib & menekan negara2 Kristen dunia untuk embargo militer. Sy minta TNI ralat. Jika Ngr sdh ganggu wilayah suci itu bhy," kata Pigai dalam akun Twitter pribadinya.

Sebelum pembunuhan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani, aksi kekejaman KKB di Intan Jaya pada minggu ini di mulai pada Senin (14/9/2020).

Saat itu, dua tukang ojek mengalami luka tembak di lokasi yang sama tapi di waktu yang berdekatan.

Kedua korban bernama Laode Anas (34) yang terkena tembakan di lengan kanan, dan Fatur Rahman (23) yang mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian dahi dan hidung, serta perut menderita luka tembak.

Tiga hari berselang, KKB kembali beraksi di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa dan menyebabkan gugurnya Serka Sahlan dan seorang warga sipil, Bahdawi.

Terakhir, Babinsa Koramil Persiapan Hitadipa, Pratu Dwi Akbar Utomo gugur setelah mengalami luka tembak.

Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa, mengatakan  Pendeta Yeremia Zanambani merupakan masyarakat asli Suku Moni yang juga berperan membuat terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Moni.

Suriaswata menegaskan, apa yang dilakukan KKB di Intan Jaya tidak lain untuk mencari perhatian dunia internasional menjelang sidang umum PBB pada 22-29 September 2020.

"Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini," kata dia.

Ia pun mengecam tindakan KKB yang juga menyebar fitnah melalui media sosial dengan menuduhkan pembunuhan terhadap Pendeta Yeremias Zarambanin kepada pihak TNI.

Menurut dia, apa yang dilakukan KKB sudah sangat meresahkan masyarakat.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P