• News

  • Peristiwa

Terkait Pengakuan Gatot, Guntur Romli: Politisi Busuk Selalu Memainkan Isu SARA dan Hoaks

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli
Istimewa
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli mengatakan, pengakuan Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo yang dicopot kerena pemutaran sebuah film, bisa diduga sebagai penyebaran kabar bohong.

Bahkan jika dikait-kaitkan dengan lembaga negara, bisa dianggap penyebaran fitnah.

"Mengaku dicopot krn pemutaran sebuah film, ini bisa diduga kuat sebagai penyebaran kabar bohong, kalau dikait-kaitkan dgn lembaga negara bisa dianggap penyebaran fitnah," kata Guntur Romli (GR) dalam akun Twitternya @GunRomli.

Menurut, politisi busuk selalu memainkan isu sara, hoax dan fitnah untuk mendulang suara, bahkan menyerang lawan-lawannya. Untuk itu dirinya pun meminta semua pihak untuk waspada. Sebab politisi busuk selalu mengatasnamakan 'kami' dan bukan 'kita'.

"Politisi busuk selalu memainkan isu SARA, hoax & fitnah untuk mendulang suara dan menyerang lawan-lawannya. Kita perlu waspada ini. Politisi busuk selalu mengatasnamakan 'kami' tidak ada 'kita'," tulisnya.

Sebelumnya, Panglima TNI periode 2015-2017, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengisahkan mengapa ia dicopot dari jabatannya di penghujung 2017. Padahal, ia harusnya masih berkarier di TNI sampai masa pensiun akhir Maret 2018.

Secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Gatot dengan mengirim surat ke pimpinan DPR agar digantikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Pun mutasi terakhir yang diteken Gatot akhirnya dibatalkan oleh Hadi.

Menurut Gatot, penggantian posisi pucuk pimpinan TNI terjadi lantaran ia bersikukuh menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk memutar atau menonton film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada 2017. Keputusan Gatot kala itu memang mengagetkan banyak pihak.

"Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebuat saja PDIP. 'Pak Gatot hentikan itu, kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti'. Saya bilang terima kasih, justru saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan benar-benar saya diganti," kata Gatot di akun channel Youtube Hersubeno Arief, seperti dikutip Republika, Selasa (22/9/2020).

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli