• News

  • Peristiwa

Musni Umar Diduga Sebar Hoaks China Hancurkan Ribuan Masjid, MLT: Dia Lagi Dia Lagi, Coba

Musni Umar
Foto: Rmol.id
Musni Umar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan Sosiolog yang juga merupakan Rektor Unibersitas Ibnu Chaldun Musni Umar tentang ajakan protes keras terhadap pemerintah China karena menghancurkan ribuan masjid, menjadi sorotan publik.

Pasalnya, apa yang disebut Musni diduga merupakan hoaks sebab muncul sanggahan Rois Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) China Imron Rosyadi Hamid yang menyatakan berita tersebut adalah berita usang yang diproduksi ulang beberapa tahun lalu.

Menanggapi pernyataan Musni Umar, akun FB @Mak Lambe Turah, Rabu (10/9/20) membagikan tautan dan membuat cuitan: "Dia lagi dia lagi...
coba kalo rakjel yg posting, pasti besok udah ada yang ketok2 rumah diajak ngopi."

Sebelumnya dilansir Sindonews.com, isu penghancuran ribuan masjid di Xinjiang, China yang bersumber dari sebuah lembaga think tank di Australia belakangan ramai dibicarakan di media sosial.

Rois Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) China Imron Rosyadi Hamid mengharapkan agar Umat Islam Indonesia tidak terprovokasi pemberitaan yang belum jelas kebenarannya.

Menurut Imron, berita yang menyebut terjadinya penghancuran ribuan masjid di Xinjiang oleh Pemerintah China itu seperti mengulang berita-berita sama yang pernah beredar beberapa tahun lalu dari sumber-sumber media barat dan sudah dibantah otoritas China.

"PCINU Tiongkok perlu menyampaikan informasi berdasarkan kenyataan yang kami saksikan berkait kehidupan beragama di China. Aktivitas umat Islam di Tiongkok berlangsung normal termasuk keberadaan masjid-masjid di berbagai kota yang terpelihara dengan baik dan warga muslim, termasuk dari Indonesia bebas beribadah di dalamnya," ujar Imron dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9/2020).


Dikatakan Imron, konstitusi China memberikan kebebasan beragama bagi rakyatnya untuk memeluk agama atau tidak (pasal 36). Ada 5 agama resmi di China yang difasilitasi oleh Pemerintah China yakni Islam, Protestan, Katolik, Budha dan Tao.

"Selain membangun banyak masjid di berbagai kota, Pemerintah Tiongkok juga memberikan berbagai fasilitas pelayanan ibadah haji bagi warga muslim yang akan ke Tanah Suci," katanya.

Karena itu, dirinya mengajak umat Islam Indonesia untuk fokus membantu Pemerintah RI dalam menangani wabah Covid-19, dan tetap jernih dalam menanggapi berita yang menyebut ada penghancuran ribuan masjid di China di tengah berkembangnya wacana perang dagang antara Barat dan China

Editor : Taat Ujianto