Netral English Netral Mandarin
01:14 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Usai Ungkit Salibphobia dan Syiah, PA: Yang Perlu Diafirmasi Itu Aliran Halalkan Darah agar...

Sabtu, 26-December-2020 12:36

Usai sebut salibphobia, Permadi Arya mengatakan Yang Perlu Diafirmasi Itu Aliran Halalkan Darah agar...
Foto : Istimewa
Usai sebut salibphobia, Permadi Arya mengatakan Yang Perlu Diafirmasi Itu Aliran Halalkan Darah agar...
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya, alias Abu Janda, selama beberapa hari terakhir selalu menyoroti tentang antara perayaan Natal umat Kristiani dengan pihak-pihak yang sering mempersoalkan dan anti simbol dan ati ucapan "Selamat Natal".

Sabtu (26/12/20), kali ini Permati Arya mencuit menyinggung soal Syiah dan Ahmadiyah. Diduga, pernyataannya disampaikan untuk menyindir kelompok yang berseberangan politik dengan Abu Janda.

"Yang perlu diafirmasi itu bukan Ahmadiyah/Syiah. yang perlu diafirmasi itu aliran yang halalkan darah. yang perlu diafirmasi itu aliran haramkan hormat bendera. yang perlu diafirmasi ajaran ISIS dirikan Khilafah. Agar jelas diafirmasi Terorisme itu akidah, jangan cuci tangan aja!" kata Permadi Arya.



Sementara sebelumnya ia mencuit: "Ada Hari Ibu, HariIbuphobia. Ada Natal, SelamatNatalphobia. Ada Tahun baru, Terompetphobia. Ada Valentine, Valentinephobia. Ada Drama Korea, Drakorphobia. Ada Salib, Salibphobia."

"Semua diphobiain, tapi nuduh orang islamophobia.. Begitulah akibat waktu orok dikasih aer rebusan pembalut," tegasnya.

Sementara sebelumnya diberitakan pula bahwa usai dilantik menjadi Menteri Agama pilihan Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju, Yaqut C. Qoumas melalui mengatakan bahwa pemerintah akan mengafirmasi hak beragama bagi kelompok Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia.

Selain itu, Yaqut juga mengungkapkan bahwa ia tidak mau ada kelompok beragama minoritas yang terusir dari kampung halamannya karena perbedaan keyakinan.

"Mereka warga negara yang harus dilindungi," kata Yaqut saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com.

Gus Yaqut, sapaan Yaqut C. Qoumas, juga menyatakan bahwa Kementerian Agama akan memfasilitasi dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan yang ada.

"Perlu dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan. Kementerian Agama akan memfasilitasi," ujarnya.

Adapun pernyataan Gus Yaqut tersebut berkaitan dengan pernyataan Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra yang meminta pemerintah agar pemerintah mengafirmasi urusan minoritas.

Munculnya pernyataan tersebut sontak mendapatkan respon dan komentar yang beragam dari berbagai pihak tak terkecuali Fadli Zon yang dikenal sebagai anggota DPR RI yang konsisten memberikan kritik dan sarannya terhadap berbagai kebijakan dan isu nasional terkini.

Melalui akun Twitternya, Fadli Zon diketahui telah mengomentari sebuah berita yang menjelaskan tentang pernyataan Yaqut berkaitan dengan keinginannya untuk mengafirmasi hak bergama kelompok Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia.

Dalam unggahannya, Fadli Zon menyebut bahwa hal tersebut akan menambah masalah yang tak perlu.

“Menambah masalah yg tak perlu,” ujar Fadli Zon sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya dari akun Twitter @fadlizon pada Sabtu, 26 Desember 2020.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto