Netral English Netral Mandarin
12:32wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Pernah Booming, Batu Permata Ini Tak Pernah Lekang dengan Waktu

Jumat, 03-September-2021 08:30

Batu permata dari Kalsel.
Foto : Kemenparekraf
Batu permata dari Kalsel.
12

BANJARMASIN NETRALNEWS.COM -Beberapa tahun lalu, batu permata maupun batu akik sempat booming di Indonesia. Namun, jika Anda ke Kalimantan Selatan, batu permata tak pernah lekang dimakan waktu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengakhiri kunjungannya di Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan mengunjungi sentra penjualan permata di komplek pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) yang terletak di Pasar Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Sandiaga mengatakan omzet para pedagang di kompleks pertokoan itu mengalami penurunan sekitar 50 hingga 70 persen akibat pandemi COVID-19. Sehingga, perlu dilakukan digitalisasi untuk menaikkan kembali omzet para pedagang ini.

"Saat ini yang menjadi tantangan adalah mendigitalisasi wisata belanja ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena daya tarik dari wisata belanja ini adalah proses tawar menawar, melihat, dan memegang barang yang akan dibeli dan ini belum bisa kita hadirkan secara digital," kata Sandiaga, dalam siaranpersnya, Jumat, (3/9/2021).

Terkait hal tersebut, Sandiaga menuturkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mendorong terjadinya digitalisasi wisata belanja di kota yang dijuluki sebagai "Kota Intan" ini.

"Pertama mungkin melalui pengajuan DAK (Dana Alokasi Khusus) pada 2022 supaya bagian daripada virtualisasi augmented reality sehingga CBS ini bisa bangkit kembali. Karena ada sekitar 200 pelaku ekonomi kreatif di sini," katanya.

Selain pengajuan DAK 2022, lanjut Sandiaga, cara lain untuk meningkatkan kembali penjualan para pedagang permata di Kompleks CBS ini adalah melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Dengan harapan dapat memperluas cakupan pasar produk-produk kriya permata yang menjadi ciri khas Martapura ke pasar mancanegara.

"Karena produk-produk ekonomi kreatif yang kriya untuk ekspor itu justru meningkat saat ini. Jadi kita ingin meningkatkan pemasaran produk-produk di sini dapat meningkat melalui ekspor," ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mendorong kehadiran sentra vaksinasi COVID-19 di lokasi ini dan meningkatkan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. "Kalau mau pariwisata bangkit dan ekonomi kreatif pulih, kuncinya adalah vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan," ujarnya.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati