Netral English Netral Mandarin
10:57wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Persiapan Transformasi Kota Wisata Rohani Tarutung

Jumat, 11-Juni-2021 17:45

Tarutung jadi kota wisata Rohani.
Foto : Travel Medan
Tarutung jadi kota wisata Rohani.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tarutung akan melakukan sejumlah persiapan transformasi ‘Kota Wisata Rohani’. Upaya ini diawali dengan pertemuan yang diselenggarakan oleh Organisasi Sosial Bisukma yang bekerjasama dengan THH atau ‘Taput Harus Hebat’ yaitu Webinar Quo Vadis Kota Wisata Rohani Tarutung. 

Founder Bisukma, Dr Erikson Sianipar mengatakan, pihaknya memiliki tujuan untuk mendukung para stakeholder mengakselerasi hadirnya Tapanuli Utara yang unggul, mandiri, sejahtera dengan integritas. Menurutnya tujuan bisa dicapai dengan melakukan pendekatan bersinergi dengan petahelix, diantaranya pemerintah, komunitas agama/masyarakat, pengusaha, akademisi, serta media, dengan nilai setara, inisiatif, adaptif, antisipatif, dan kreatif. 

“Ada opportunity Tarutung menjadi Kota Wisata Rohani. Diantaranya adalah, kuatnya potensi sumber daya yang unik di Taput melalui religi, sejarah, pertanian atau alam, serta kerarifan lokal. Misalnya saja makanan lokalnua, peninggalan sejarah, gereja, hot spring, nenas, kopi, keme, nyaan, lacang, ulos, serta wisata air soda yang hanya ada dua dan berkelas di dunia,” terang Erikson Sianipar saat webinar virtual, Jumat (11/6/2021). 

Webinar yang dihadiri ratusan partisipan itu juga turut dihadiri oleh narasumber: Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar; Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan, Msi yang diwakili oleh Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, SH; Bupati Tapanuli Utara 1999-2004 Dr RE Nainggolan; Dekan Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya, Agoes Tinus Lis Indrianto SS, M Tourism, Ph D, CiQAR; Dr Drs Bambang Soetanto MM yang pernah menjabat sebagai Dirut Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Ketum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI). 

Baca Juga :

Hadir pula penanggap dari FEB Universitas Pelita Harapan Dr Ir Paul L Tobing, M Eng; Pastor Merdin Sitanggang; Dr Simion Harianja dari Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung. Hadir sebagai Pembawa Acara Founder Bisukma Dr Erikson Sianipar dan Ketua THH Dharma Hutauruk, serta Moderator Pdt Irvan Hutasoit, MTh. 

Lebih lanjut Erikson Sianipar paparkan opportunity lainnya Tarutung sebagai Kota Wisata Rohani seperti kondisi geografis dengan homogenitas tinggi dan berpotensi lebih mudah untuk dikelola. Terkait aksesbilitas, ada pula keberadaan Bandar Udara Internasional Silangit, yang memerlukan waktu tempuh sekitar 40 menit ke Tarutung. 

“Tarutung bahkan menjadi top, urutan pertama di search engine pencarian Google, dengan keywoard “Kota Wisata Rohani”. Jadi banyak orang mau tahu dengan Kota Tarutung dan wisata Tarutung,” ujar Erikson Sianipar.

Maka dari itu, ada sejumlah kesepakatan yang akan dilakukan untuk re-launching Kota Wisata Rohani Tarutung.  Diantaranya, akan dibentuk sebuah tim transformasi wisata rohani terpadu yang terdiri dari pemerintah daerah, gereja, akademisi, media, pengusaha, dan tentunya Bisukma dan THH. Akan dibuat juga gerakan bersama pendataan dan dokumentasi situs bersejarah, menetapkan calendar of event wisata, serta digitalisasi spot-spot wisata rohani dan wisata lainnya. 

Sebagai upaya digitalisasi spot-spot wisata, Bisukma bahwa memiliki sebuah aplikasi yang bisa diunduh melalui Play Store atau App Store. Aplikasi Bisukma membantu memberikan informasi seputar situs bersejarah wisata rohano di Tapanuli Utara. 

Mengawali webinar, Bupati Tapanuli Utara 1999-2004 Dr RE Nainggolan menyampaikan kilas balik 20 tahun lalu ketika situasi dan kondisi yang diakui memprihatinkan karena menghadapi berbagai krisis seperti krisis moneter, krisis HKBP, hingga “mekarnya” Toba-Samosir. Melalui berbagai peristiwa yang diakui pahit, tentu saat itu pihaknya tidak hanya tinggal diam. Pihaknya mulai mendesain fokus APBD untuk infrastruktur dan lebih memperhatikan berbagai potensi wisata. 

“Kami yakin wisata bisa memberikan pendapatan bagi daerah dan masyarakatnya juga tertolong. Maka dari itu dibuatlah Tarutung sebagai kota wisata, melalui berbagai macam bentuk sosialisasi,” ujar RE Nainggolan. 

Selanjutnya, Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar menyampaikan materinya “Kota Wisata Rohani Tarutung Menjadi Berkat Bagi Dunia”. Dia mengatakan, di dunia ada banyak kekristenan salah satunya adalah kekristenan Batak yang tidak lepas dari misi seorang tokoh bernama Inger Ludwig Nommensen. 

Nommensen lantas mendirikan sekolah, gereja, rumah pendeta, guru Injil, dan tempat pengobatan disebut Pargodungan. Selain itu tidak lepas juga dari peran para misionaris yang memiliki misi melalui pelayanan yang holistik sehingga Tarutung bisa menjadi Kota Wisata Rohani yang menjadi berkat bagi dunia dengan berbagi potensinya. 

“Ada banyak situs-situs religi yang apabila dikembangkan dapat menjadi magnet wisata dan berdampak positif. Jadi wisata tentu tidak hanya soal keindahan alam dan budaya tetapi juga bisa terkait dengan aspek religi seperti di Mekkah serta Roma, dan banyak orang tertarik belajar mengenai kekristenan Batak,” tandas dia. 

Tidak hanya itu, Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar juga menyatakan komitmen pihaknya untuk siap menopang pariwisata Tarutung. Pada 10 Juli 2021 mendatang misalnya, akan dibuka penginapan Bintang 3, Sopo Nommensen di Pearaja dan mengelola Museum dan Arsip HKBP Prof Dr Lothar Schriner. 

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya, Agoes Tinus Lis Indrianto SS, M Tourism, Ph D, CiQAR menuturkan, ada lima kunci sukses untuk membangun Kota Wisata Rohani Tarutung Utara. Diantaranya produk, fasilitas, aksesibilitas, promosi, serta dukungan dari stakeholder. 

Dijabarkan secara rinci terkait produk wisata dimaksud yang harus memenuhi kriteria to see (sesuatu yang bisa dilihat). Misalnya saja melihat alam yang indah dan budaya yang menawan. Kemudian kriteria to do (sesuatu yang bisa dilakukan, misalnya saja aktivitas rohani, menikmati alam, menyaksikan pagelaran budaya atau kesenian, serta aktivitas sport. Ada pula to buy (sesuatu yang bisa dibeli) untuk oleh-oleh, misalnya saja kerajinan tangan lokal atau makanan khas daerah. 

Di situasi Pandemi Covid-19, Agoes juga tekankan untuk para pengelola wisata menerapkan CHSE. CHSE merupakan singkatan dari Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (Keamanan), serta Environtment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). 

Dr Drs Bambang Soetanto MM yang pernah menjabat sebagai Dirut Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Ketum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) juga menambahkan agar Tarutung memiliki dan mengelola sebuah lembaga objek wisata. 

Dijelaskan dia, pengalaman objek wisata dibagi menjadi tiga tahap, yakni baru tumbuh, sudah berkembang dan objek wisata yang sudah mapan. Pada objek wisata yang baru tumbuh, diakui dibutuhkan bantuan untuk bidang infrastruktur sebesar 75 persen dan manajemen pengelolaan sebesar 25 persen, dikaitkan dengan program wisata. 

Pada objek wisata yag sudah berkembang, diperlukan tata kelola untuk membuat program kerja yang lebih tajam. Perlu dipikirkan juga bagaimana mengembangkan marketing, pelayanan dan sebagainya dengan turut melibatkan pelatihan dan bantuan dari pemerintah. “Kalau objek wisata yang sudah mapan, tinggal marketingnya,” sambung dia. 

“Untuk Tarutung ada di tahap pertama dan kedua. Data sudah cukup baik, modal dasar kota, dan objek wisata. Infrastruktur masih diperlukan peran pemerintah daerah. Jadi kalau lembaga (lembaga objek wisata) sudah terbentuk, masuk ke tata kelola dan infrastruktur diperkuat kerjasama dengan pemerintah,” jelas Bambang. 

Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan, Msi yang diwakili oleh Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, SH juga sempat memaparkan dengan singkat mengenai visi pemerintahannya dan gambaran umum dari Kabupaten Tapanuli Utara. Adapun visi yang dimaksud: “Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan dan Lumbung Sumber Daya Manusia yang Berkualitas serta Daerah Tujuan Wisata”. 

Kondisi demografi Tapanuli Utara terdiri dari sekitar kurang lebih 300 jiwa. Penduduk tersebar di 15 kecamatan, 241 desa, dan 11 kelurahan. Tapanuli Utara juga diapit oleh lima kabupaten, diantaranya Toba, Labuan Batu, Tapanuli Selatan, dan Humbahas. 

Tidak lupa dia juga paparkan terkait berbagai landasan hukum pengembangan pariwisata di Tapanuli Utara, konsep zoning area kawasan wisata Salib Kasih beserta rincian pembangunan kawasan objek wisata yang tersohor itu. Dia juga sempat jabarkan terkait dengan pembangunan kawasan objek wisata Makam Munson dan Lyman pada 2018 yang lalu. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani