Netral English Netral Mandarin
07:14wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Pertamina Foundation-HOPE Worldwide Indonesia Ekspedisi Meratus Untuk Terdampak Banjir Kalsel

Minggu, 31-January-2021 12:30

Pertamina Foundation-HOPE Worldwide Indonesia Ekspedisi Meratus
Foto : Pertamina Foundation
Pertamina Foundation-HOPE Worldwide Indonesia Ekspedisi Meratus
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pertamina Foundation melalui program PFBangkit terus bergerak memenuhi kebutuhan para korban bencana alam yang melanda Indonesia. 

Pada Jumat (29/1/2021), Pertamina Foundation bekerja sama dengan HOPE Worldwide Indonesia melaksanakan “Ekspedisi Meratus” dengan menyalurkan bantuan kepada warga desa terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang berada di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. 

Pada ekspedisi ini, bantuan disalurkan ke lima desa, yaitu Desa Patikalain, Desa Datar Ajab, Desa Bulayak, Desa Alat, dan Desa Arang Ani.

Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari mengatakan bahwa kelima desa tersebut merupakan desa yang paling terdampak bencana dan akses bantuan ke lokasi pengungsiannya tidak mudah.  

“Bencana ini menyapu pemukiman dan pertanian dengan sangat cepat dan memperparah akses bantuan ke lokasi mereka. Jadi, sebelum ke lokasi, kami koordinasi dengan Koramil 1002-07/Pagat untuk mendapatkan update informasi lokasi pengungsian sekaligus mengemas bantuan agar mudah diangkut," kata Agus, dalam keterangan keterangan tertulisnya. 

Agus juga katakan bahwa pihaknya mendatangi lokasi pengungsian di Desa Patikalain, Desa Datar Ajab, dan Desa Bulayak dibantu Team Murakata Jeep Club dengan medan berbukit-bukit yang berpotensi runtuh dan kondisi jalan yang rusak dan berlumpur akibat banjir bandang dan tanah longsor. Setelah itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada warga Desa Alat dan Desa Arang Ani.

Bantuannya berupa bantuan logistik dan kesehatan sejumlah 200 buah sarung, 200 buah selimut, 20 dus mie instan, 200 sarden kaleng, 200 kornet kaleng, 300 box vitamin C, 500 masker, serta obat-obatan lainnya. Ditambah alat pelindung diri (APD) baju hazmat sebanyak 50 buah untuk tenaga kesehatan di puskesmas sekitar lokasi pengungsian.

“Lima desa kami berikan ratusan family kits yang terdiri dari shelter kit, selimut, makanan protein, dan vitamin diberikan untuk menunjang kesehatan. Ekspedisi ini menjadi ekspedisi yang menantang untuk bisa membuat mereka tetap semangat dan segera pulih melalui masa-masa sulit ini,” ujar Agus.

Agus menambahkan bahwa bantuan lainnya yang akan diberikan adalah donasi untuk beberapa bangunan dan jembatan yang rusak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor. Selain itu, masyarakat diharapkan untuk memberikan bantuan moril dan materiil kepada warga Desa Arang Ani dan Desa Alat.

“Selain bantuan logistik dan kesehatan, kami juga akan membantu warga Desa Bulayak dengan memberikan donasi untuk melakukan renovasi gedung sekolah dasar, Taman Pendidikan Al-Qur’an untuk masa depan anak-anak dan jembatan-jembatan guna mempermudah akses bantuan. Kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan bantuan moril dan materiil kepada warga Desa Arang Ani dan Desa Alat,” tambah Agus.

Senior Advisor HOPE Worldwide Indonesia, Charles M Ham mengatakan bencana-bencana yang menimpa Indonesia di masa pandemi, harus segera ditangani melalui pemberian bantuan logistik dan kesehatan yang bisa berguna juga untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, bantuan juga harus disalurkan secara merata, termasuk ke lokasi pengungsian yang jauh dari pusat kota dan minim mendapatkan bantuan. 

“Bencana beruntun yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini tidak bisa dibiarkan, termasuk bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa saudara kita di Kalimantan Selatan, khususnya warga desa yang terpencil dan terisolir di atas bukit. Oleh karena itu, HOPE Worldwide Indonesia bekerja sama dengan Pertamina Foundation melaksanakan Ekspedisi Meratus untuk menyalurkan 200 paket bantuan dan HOPE memberikan rapid test antigen gratis untuk anggota koramil dan kodim, perawat, relawan, dan warga desa, guna mencegah penyebaran Covid-19,” jelas Charles.

Sebelumnya, pada 26 Januari, Pertamina Foundation juga memberikan bantuan kesehatan berupa puluhan obat-obatan, vitamin, masker, dan APD,  kepada warga terdampak bencana gempa di Mamuju dan Majene. Pertamina Foundation melalui program PFBangkit berkomitmen untuk membantu wilayah-wilayah terdampak bencana lainnya.

“Pertamina Foundation dengan dukungan dan pembiayaan dari CSR PT Pertamina (Persero) akan terus melaksanakan program PFBangkit ke lokasi bencana lainnya dengan menyalurkan bantuan-bantuan sesuai kebutuhan. Bersama kita bisa memberikan lebih kepada masyarakat yang sangat membutuhkan,” tutup Agus.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP