Netral English Netral Mandarin
06:25wib
DPR mengusulkan agar pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau semi lockdown saat akhir pekan dan hari libur. PPATK menyatakan ada 80 hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan dan mengalami kebocoran terkait penggunaan dana otonomi khusus dan APBD di Papua.
Pertamina Foundation Salurkan Bantuan Kesehatan Terdampak Gempa Sulbar

Selasa, 26-January-2021 19:20

Pertamina Foundation Salurkan Bantuan Kesehatan Terdampak Gempa Sulbar
Foto : Pertamina Foundation
Pertamina Foundation Salurkan Bantuan Kesehatan Terdampak Gempa Sulbar
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indonesia dilanda bencana alam di tengah masa pandemi. Gempa yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mendorong Pertamina Foundation untuk peduli dan berbagi melalui program PFBangkit. Program ini melaksanakan aksi tanggap bencana dengan menyalurkan bantuan kesehatan untuk para korban bencana, tenaga kesehatan, dan relawan.

“Pandemi belum usai, namun Indonesia kembali dilanda bencana beruntun di awal tahun 2021, salah satunya gempa di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Hal ini mendorong Pertamina Foundation lebih ekstra lagi untuk berbagi melalui program PFBangkit sebagai reaksi cepat tanggap bencana," kata Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, seperti dalam keterangan yang Netralnews terima, Selasa (26/1/2021).

Kata Agus, tidak berhenti sampai disini, program PFBangkit akan menyalurkan bantuan ke titik bencana lainnya sehingga kebutuhan terdampak bencana dapat terpenuhi. Dia juga berharap bantuan kesehatan yang diberikan bisa membuat para korban, perawat, dan relawan tetap sehat dan bersemangat menghadapi kondisi yang menimpa.

Bantuan kesehatan diberikan langsung oleh Pertamina Foundation ke Rumah Sakit Mitra Manakarra, Puskesmas Bambu Mamuju, dan titik-titik posko pengungsian yang tersebar di wilayah Kecamatan Mamuju, Kecamatan Simboro, Kecamatan Ulumanda, dan Kecamatan Malunda.

Titik-titik posko pengungsian minim mendapatkan bantuan kesehatan di tengah banyaknya kepala keluarga yang berada di pengungsian. Hal ini disebabkan karena lokasi titik pengungsian yang jauh dari pusat kota dan akses menuju lokasi juga sulit.

Senior Manager Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Pertamina Foundation Rohmat Puji Purnomo mengatakan, tiap titik bantuan ini menampung lebih dari 10 kepala keluarga, tetapi lokasinya sekitar radius 30-60 km dari pusat kota ditambah medan jalan yang berkelok dan naik turun serta rusak parah akibat tanah longsor sehingga mereka minim dapat bantuan.

"Tidak hanya ke titik posko pengungsian, kami juga mendatangi rumah sakit dan puskesmas sekitar supaya mereka tetap optimal memberikan pelayanan kesehatan," ujar dia.

Pertamina Foundation melalui program PFBangkit, menyalurkan bantuan kesehatan berupa obat batuk sirup sebanyak 25 botol, obat batuk pilek orang dewasa sebanyak 2 box, obat tetes mata sebanyak 24 botol, obat penurun panas anak sebanyak 20 botol, obat sakit perut sebanyak 10 strip, vitamin sebanyak 20 strip, salep gatal sebanyak 1 box, dan masker sebanyak 1 box.

Bantuan tersebut langsung diserahkan kepada koordinator kesehatan titik pengungsian, kepala dusun, dan tokoh masyarakat setempat di titik-titik posko pengungsian. Selain itu, sebanyak 60 alat pelindung diri (APD) diberikan kepada perawat di Rumah Sakit Mitra Manakarra, 30 APD kepada perawat Puskesmas Bambu Mamuju, dan 10 APD kepada relawan gempa.

Ketua Pondok Pesantren Al-Munawwarah di Kecamatan Mamuju Ustaz Zakaria berterima kasih kepada Pertamina Foundation yang telah memberikan bantuan kesehatan. Dia akui, bantuan ini sangat dibutuhkan oleh terdampak gempa karena posko ini minim mendapatkan bantuan kesehatan dan masyarakat di dalam tenda pengungsian sudah ada beberapa yang terkena penyakit dan sulit menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi, ini baru satu satunya bantuan kesehatan yang masuk ke posko dan akan digunakan sebaik mungkin untuk kesehatan pengungsi,” ujar dia.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani