Netral English Netral Mandarin
18:28wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Pertanyakan Ajakan Belanja SMI Picu Kerumunan, AA: Mardani Ali Sera Sebenarnya Pintar tapi Mengada-ada

Kamis, 06-Mei-2021 09:35

Mardani Ali Sera dan Ade Armando
Foto : Kolase Netralnews
Mardani Ali Sera dan Ade Armando
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ade Armando menilai bahwa Mardani Ali Sera itu politikus yang pintar namun sayanganya sering mengada-ada.

“Mardani Ali Sera itu sebenarnya pintar. Tapi posisi politiknya menyebabkan ia sering mengeluarkan pernyataan yang mengada-ada,” kata Ade Armando, Kamis 6 Mei 2021.

Penilaian Ade ditujukan usai Mardani Ali Sera mengkritik Menkeu Sri Mulyani yang menurutnya malah mengajak warga melakukan belanja yang bisa picu kerumunan.

"Ajakan belanja oleh pemerintah bisa menimbulkan kerumunan baru di mana-mana. Iya gak sih?" tulis Mardani Ali Sera di akun Twitter @MardaniAliSera, Minggu 2 Mei 2021.

Padahal dalam penelusuran Medcom, terungkap  klaim bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta masyarakan membeli baju lebaran secara langsung di pasar, adalah salah. Faktanya, ajakan Sri Mulyani itu terkait program pemerintah tentang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) jelang lebaran.

Hal itu tampak pada video berdurasi 2 jam 11 menit 50 detik. Video itu disiarkan langsung di Youtube Kementerian Keuangan dalam rangka konferensi pers APBN KITA Edisi April 2021 pada 22 April 2021.

Medcom  mengecek video tersebut. Pada jam ke-1 menit ke-49 detik ke-25, Sri mulai menyinggung soal baju baru saat lebaran. Berikut pernyataannya:

"Ada bagusnya juga lebaran tetap pakai baju baru. Gitu ya. Beli baju baru supaya walaupun Zoom nanti pakai baju baru, sehingga muncul aktivitas di masyarakat bisa terjadi. Jadi saya harapkan masyarakat tetap menyambut ini dengan gembira, dengan bersyukur, namun kita juga menjaga supaya risiko terjadinya penularan tidak terjadi. Nah ini yang kita harapkan seluruh masyarakat berpartisipasi," kata Sri.

Sri langsung mengaitkan imbauannya dengan terobosan pemerintah . Ia mengungkapkan pemerintah akan menggunakan berbagai instrumen secara kreatif.

"Seperti akan ada Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional). Nanti mungkin pak Wamen atau Pak Kunta bisa menjelaskan mengenai Harbolnas. Itu tujuannya adalah walaupun kita tidak ketemu, kita masih bisa mengirimkan bingkisan kepada yang Anda sayangi, di tempat-tempat kota asal kita, dan sekarang dengan berbagai macam teknologi digital, itu memungkinkan," ucap Sri.

Imbauan Sri ini merupakan upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian. Namun Sri menegaskan pemulihan perekonomian itu harus dilakukan tanpa menyebabkan terjadinya peningkatan kasus covid.

"Karena kalau sampai terjadi seperti di India, pasti mereka akan dipaksa lagi berhenti lagi aktivitasnya. Kalau jumlah kasus perharinya aja bisa mencapai 300 ribu, maka enggak akan ada pilihan lain. Pasti ini menimbulkan drama kemanusiaan," tegas Sri.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati