Netral English Netral Mandarin
15:42wib
TNI Angkatan Udara melayangkan permintaan maaf atas peristiwa kekerasan yang dilakukan dua oknum prajuritnya terhadap warga sipil di Merauke, Papua, Senin. Pemerintah Amerika Serikat kembali mengimbau kepada para penduduk dan pemukim kembali mengenakan masker guna mencegah infeksi virus corona (Covid-19) varian Delta.
Pertanyakan Jalur Sepeda Dibongkar, Ulil: Kalau Jadi Dilaksanakan Jelas 'Set Back', Ramifikasinya Bisa Panjang

Kamis, 17-Juni-2021 12:35

Ulil Abshar Abdalla
Foto : Istimewa
Ulil Abshar Abdalla
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wacana jalur sepeda permanen Sudirman-Thamrin bakal dibongkar mendapat sorotan Ulil Abshar Abdalla. Ia mempertanyakan jika hal itu jadi maka merupakan kemunduran. 

"Usulan pembongkaran jalur sepeda itu, kalau jadi dilaksanakan, jelas "set back," kemunduran dan akan mengirim pesan yg keliru kepada publik: bahwa "bike to work" itu ndak didukung oleh pemerintah; bhw pemerintah tidak pro-"green policy," kata Ulil melalui akun Twitternya, Kamis 17 Juni 2021.

“Ramifikasinya bisa panjang,” imbuhnya.

Sementara secara terpisah, diberitakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sepakat agar jalur sepeda permanen itu dibongkar. PDIP DKI menilai pembongkaran merupakan keputusan terbaik.

"Sejak awal itu sudah bermasalah, dan tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Itu keputusan yang baik, dibongkar saja," ujar anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, seperti dilansir detik.com, Rabu (16/6/2021).

Gilbert mengatakan, awal pembuatan jalur sepeda permanen itu tanpa kajian. Menurutnya anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 28 Miliar untuk jalur sepeda tersebut sia-sia.

"Sejak awal saya katakan bahwa itu tanpa kajian, dan tidak melalui pembahasan dengan DPRD. Anggaran untuk jalur permanen sepeda itu dari CSR sebesar 28 M dan sia-sia," kata Gilbert.

Dia mengatakan ada masa jabatan gubernur sebelum Anies anggaran yang dikeluarkan disebut dapat digunakan untuk membangun rusun dan jembatan Semanggi. Menurutnya, anggaran jalur sepeda permanen tersebut seharusnya dapat digunakan untuk penanganan COVID-19.

"Era Gubernur dulu, CSR bisa bangun rusun, jembatan Semanggi dan lain-lain. Jadi memang beda mindset dengan yang sebelumnya," kata Gilbert.

"Sejak awal itu harusnya digunakan dananya untuk kebutuhan masyarakat banyak, apalagi pengobatan COVID tidak lagi dibantu APBN, sudah dari APBD. Fokusnya sejak awal harusnya COVID yang mulai naik setelah libur panjang. Ini malah fokus ke jalur sepeda dan lain-lain. Dengan demikian dana tersebut bisa untuk mendukung petugas COVID agar lebih ketat pengawasannya," sambungnya.

Gilbert menyayangkan pengelolaan anggaran di ibukota yang tidak sesuai. Padahal menurutnya, pengelolaan anggaran perlu dilakukan dengan baik untuk kepentingan masyarakat.

"Hanya sangat disayangkan kalau mengelola ibukota dengan cara seperti ini. Kecamatan di pedalaman saja ada perencanaan yang baik, menggunakan dana secara baik untuk kepentingan rakyatnya," pungkasnya.

Diketahui, Pimpinan Komisi III DPR RI memberi masukan agar jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin dibongkar. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sepakat agar jalur sepeda permanen itu dibongkar.

"Prinsipnya terkait dengan jalur sepeda, kami akan terus mencari formula yang pas, kami setuju untuk masalah yang permanen itu nanti dibongkar saja," kata Jenderal Sigit dalam rapat Komisi III, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Jenderal Sigit mengatakan bahwa akan melakukan studi banding ke negera yang mempunyai jalur sepeda. Soal jam dan luasan jalur sepeda, Jenderal Sigit mengatakan akan berkoordinasi dengan Kemenhub dan Pemprov DKI Jakarta.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli