Netral English Netral Mandarin
05:55 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Diversifikasi Usaha, TEBE Jajaki Pemanfaatan Batubara Kalori Rendah Jadi Pupuk Tanaman

Jumat, 18-December-2020 20:45

Fasilitas pengisian batu bara ke kapal milik PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).
Foto : tebe.co.id
Fasilitas pengisian batu bara ke kapal milik PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), perusahaan infrastruktur batubara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia saat ini tengah menjajaki diversifikasi usaha untuk meningkatkan nilai tambah dari batubara kalori rendah.

Batubara kalori rendah yang dapat diolah menjadi asam humat sebagai pupuk tanaman itu diyakini dapat memberikan manfaat besar bagi perusahaan. 

Apalagi, dalam kondisi pandemi saat ini, strategi bisnis harus terus dikembangkan untuk mengantisipasi dampak wabah yang memberatkan di setiap sisi kehidupan manusia, termasuk dunia usaha.



Sebagai informasi, TEBE merupakan perusahaan yang menyediakan infrastruktur batubara berupa jalan tambang (hauling) dan juga pelabuhan batubara.

Direktur Utama TEBE, Dian Heryandi menjelaskan, kawasan operasional perseroan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan kaya akan batu bara berkalori rendah untuk mendukung ketersediaan bahan baku pembuatan asam humat. 

“Kondisi itu mendukung rencana kami untuk diversifikasi usaha dengan melakukan kajian bisnis untuk memproduksi pupuk asam humat. Jika studi kelayakan hasilnya diharapkan akhir 2021, maka pengembangan mulai dilakukan tahun 2022,” ujarnya di Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Meski masih dalam tahap penjajakan, ia mengatakan, setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp60 miliar hingga Rp100 miliar untuk merealisasikan rencana tersebut. Pendanaannya akan diperoleh dari berbagai sumber baik internal maupun pihak ketiga.

Dalam penjajakan diversifikasi itu, perusahaan juga menyertakan kemungkinan untuk mengambil alih usaha produksi asam humat yang sudah jalan atau mendirikan sebuah perusahaan baru, semua opsi itu masih dalam tahap kajian.

Sementara itu, kata Dian, permintaan batubara global saat ini tengah menurun karena berkurangnya penggunaan energi seiring merebaknya pandemi dan itu berdampak pada kinerja perusahaan. 

Pada akhir kuartal III 2020, TEBE mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 50 persen menjadi Rp141,3 miliar jika dibandingkan periode sama tahun 2019 yang sebesar Rp284,9 miliar.

Bahkan, di periode itu, perseroan cetak rugi Rp12,9 miliar meski pada kuartal III 2019 mampu membukukan laba sebesar Rp33,4 miliar. 

Ia menyatakan juga bahwa perseroan hanya bisa meraih pendapatan sekitar Rp190 miliar di sepanjang tahun ini.

Meski demikian, kondisi setelahnya diharapkan akan membaik dan perseroan mampu meraih sasaran peningkatan pendapatan sebesar 10-15 persen untuk 2021.

Reporter :
Editor : Irawan HP