Netral English Netral Mandarin
02:27wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Pesan Faisal Basri untuk BEM UI: Jangan Gentar, Kalian Pantas Muak dengan Keadaan Negeri

Senin, 28-Juni-2021 20:50

Pakar Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri,
Foto : Istimewa
Pakar Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri,
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri, memberikan dukungan kepada BEM UI yang tengah menjadi sorotan karena mengkritik dan menjuluki Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'the king of lip service'.

Faisal meminta Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra dan pengurus lainnya untuk tidak gentar menghadapi 'serangan' dari pihak-pihak yang tidak suka dengan kritik terhadap Jokowi.

Faisal juga menyentil pihak Rektorat UI yang memanggil pengurus BEM UI terkait unggahan poster bertuliskan 'Jokowi: The King of Lip Service' di akun Twitter BEM UI.

"Leon, dkk. jangan gentar. Kalian pantas muak dengan keadaan negeri. Tahu kan mengapa rektor takut dengan sikap kalian," tulis Faisal Basri di akun Twitter-nya, Minggu (27/6/2021).

Menurut Faisal, BEM UI telah melakukan banyak riset ilmiah, sehingga kritik dilontarkan bukan sekedar asal ngomong. Bahkan, katanya, memiliki departemen kajian strategis.

"BEM UI sekarang dan sebelumnya banyak melakukan riset ilmiah, tidak asal ngomong. Mereka punya departemen kajian strategis. Di level fakultas juga ada. Hebatnya lagi, di level universitas, pendekatannya lintas ilmu, lintas fakultas," ungkapnya.

Lebih lanjut, Faisal menduga sikap kampus yang mempersoalkan kritik BEM UI terhadap Jokowi menunjukkan kalau para dosen khawatir akan dipersulit menjadi guru.

"Para dosen ketakutan karena kalau kritis dipersulit jadi guru besar," jelas Faisal.

Seperti diketahui, BEM UI tengah menjadi sorotan gara-gara mengunggah poster bertuliskan 'Jokowi: The King of Lip Service' di akun Twitter-nya.

Julukan itu diberikan kepada Jokowi  karena BEM UI menilai mantan Gubernur DKI Jakarta itu sering mengobral janji manis yang kerap tidak direalisasikan.

Salah satu contoh, BEM UI menyinggung pernyataan Jokowi bahwa dirinya rindu didemo dan meyakini pemerintah perlu dikontrol dengan cara didemo.

Namun menurut data yang disajikan BEM UI, banyak aksi demonstrasi yang justru berujung penangkapan dan tindakan represif aparat kepada mahasiswa.

"Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya," tulis @BEMUI_Official, Sabtu (26/6/2021).

Semua itu, lanjut BEM UI, mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan Jokowi tidak lebih dari sekadar bentuk 'lip service' semata.

"Berhenti membual, rakyat sudah mual!" tegas @BEMUI_Official.

Buntut dari kritik dan unggahan poster bertuliskan Jokowi king of lip service, pengurus BEM UI dipanggil Rektorat UI pada Minggu (27/6/2021).

Surat panggilan dari Rektor UI tersebar di media sosial. Dalam surat yang diteken oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Dr Tito Latif itu, disebutkan kalau pertemuan diadakan pada pukul 15.00 WIB.

"Sehubungan dengan beredarnya poster yang dikeluarkan BEM UI melalui akun medsos official BEM UI yang menggunakan foto Presiden RI, dengan ini kami memanggil saudara pada Minggu, 27 Juni 2021," bunyi surat tersebut.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli