Netral English Netral Mandarin
00:56 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Pesan Natal Anak Kyai, Kembali Hidup Sederhana

Jumat, 25-December-2020 10:27

Ilustrasi catatan Birgaldo Sinaga gtentang pesan Natal Anak Kyai
Foto : Istimewa
Ilustrasi catatan Birgaldo Sinaga gtentang pesan Natal Anak Kyai
10

JAKARTA, NEYRALNEWS.COM - Natal 2020 adalah natal spesial. Sangat istimewa. Mungkin inilah natal yang tidak terasa ada atmosfir "malam kudus sunyi senyapnya".

Sepanjang saya mengikuti malam Natal, lagu Malam Kudus menjadi lagu paling saya nanti-nantikan. Lagu surgawi yang selalu membuat bulu kuduk saya berdiri saat menyanyikannya. Ada lompatan getaran jiwa saat melantunkan refrein lagu ini.

Tapi tadi malam, lagu itu tidak keluar dari mulut banyak orang Kristiani.

Baca Juga :


Tidak ada gema Yesus Anak Daud di dalam gereja.

Tidak ada pendaran cahaya lilin dari tangan jemaat gereja.Beberapa gereja memang ada yang melaksanakan misa malam natal. Tapi yang datang puluhan orang saja. Protokol kesehatan membatasi jumlah jemaat.

Saya ingat hampir setiap tahun, Gelora Bung Karno menjadi tempat pavorit salah satu denominasi gereja menunjukkan kemegahan perayaan natalnya.

Baliho-baliho raksasa di tempat strategis dengan gambar pendeta dan istrinya terpampang begitu megah dan mewah. Sementara gambar Yesus, tidak nampak. Wajah sang pendeta dan sang istri malah dominan terpampang.  

Dalam situasi abnormal ini, umat Kristiani sejatinya punya banyak waktu untuk berkontemplasi. Perayaan natal yang megah mewah yang selama ini kita rayakan bisa menyadarkan kita. Bahwa ada yang salah dalam cara berpikir dan beriman kita.

Malam natal ini, kebiasaan yang selama ini kita lakukan tetiba tidak bisa kita lakukan lagi. Kita dipaksa oleh semesta untuk mengurung diri dalam kandang.

Seperti ketika bayi Yesus lahir di Nazareth. Yusuf dan Maria dipaksa oleh keadaan politik untuk mengungsi dari kejaran raja Herodes.Tadi malam, ada refleksi natal yang sangat kuat menembus batin saya.

Pesan refleksi natal ini bukan datang dari Paus Fransiskus. Atau Ephorus HKBP. Atau Ketua PGI. Atau pendeta hebat lainnya seperti Stephen Tong, Gilbert Lumoindong dll.

Pesan refleksi natal yang begitu kuat  itu datang dari anak seorang kyai besar dari Rembang alm KH Cholil Bisri. Kyai Cholil Bisri punya dua anak.

Yahya Cholil Staquf dan Yaqut Cholil Qoumas. Paman mereka adalah kyai besar yang juga penyair KH Mustofa Bisri. Kita mengenalnya sering dipanggil Gus Mus.

Tadinya Yahya Cholil Staquf yang dipilih Presiden Jokowi. Tapi mantan Jubir Presiden Gus Dur ini memilih tugas lain yang sedang dikerjakannya. Misi membawa Islam Indonesia sebagai wajah Islam dunia. Wajah Islam yang lembut dan moderat.

Walhasil, akhirnya Presiden Jokowi memilih sang adik Yaqut Cholil Qoumas. Usianya masih muda, 45 tahun.

Tadi malam, 3 kali saya memutar video sambutan pesan natal dari Menag baru Gus Yaqut ini.

Katanya, marilah umat Kristiani kembali  pada kesederhanaan seperti teladan Yesus Kristus. Menjadi refleksi kasih Tuhan.

Dua pesan natal ini sangat berbobot. Esensi natal sejatinya itu. Hidup sederhana. Menjadi refleksi kasih Tuhan. Jika ada yang lain, itu tambahan saja.

Hidup sederhana sekalipun kita memiliki kemegahan dan kekayaan, menandakan kita melebur dalam perasaan dan jiwa orang-orang yang terpinggirkan.

Orang-orang yang lemah tak berdaya. Orang-orang yang tertindas teraniaya. Orang2 yang tidak memiliki rumah tempat berteduh. Mereka yang miskin papa hina.

Pesan Gus Yaqut ini sejatinya menampar keras wajah kita umat Kristiani.

Bagaimana tidak tertampar keras, masih di bulan Natal, seorang Kristen taat Juliari Peter Batubara setahun lalu menjadi kebanggaan kita.

Tetiba, Juliari diciduk KPK. Puluhan milyar uang disita KPK. Uang itu dari potongan dana bansos yang disalirkan kepada rakyat miskin dan susah akibat pandemi Covid-19.

Mensos Juliari akhirnya meringkuk di jeruji besi meninggalkan kotoran bau di wajah kita umat Kristiani. Noda hitam ini akan selamanya menempel di jejak sejarah bangsa.

Di kepingan lain, kita menyaksikan penderitaan janda2 korban pemenggalan kepala di Palolo, Sigi. Mereka masih meratap perih atas tragedi pembunuhan keji orang-orang yang mereka cintai.

Di kepingan lain, kita mendengar ada umat Kristiani yang untuk merayakan Natal di rumah saja sudah dianggap memancing konflik horizontal. Itu terjadi di Aceh.

Saya yakin, pesan natal dari Gus Yaqut itu bisa menjadi renungan jiwa kita.

Semua itu menjadi peneguhan akan iman percaya kita bahwa Tuhan selalu berpihak pada mereka yang lemah,  teraniaya,  terpinggirkan,  susah menderita,  mereka yang berjuang untuk mencari keadilan.

Percayalah hidup ini punya warnanya sendiri.  Perjuangan kita hanya memastikan warna hidup kita selalu berada pada kanvas keadilan,  kebaikan,  kebajikan,  keberpihakan pada yang papa miskin menderita.  

Caranya, hidup sederhana dan menjadi releksi kasih Tuhan. Seperti pesan Gus Yaqut itu.

Buat semua teman-teman seperjuangan...

Saya mengucapkan Selamat Hari Natal 25 Desember 2020...

Penulis: Birgaldo Sinaga

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto